Peternakan Ayam di Kota Batu Terbakar, 15 Ribu Ayam Mati-Kerugian Rp 1 M

oleh -106 Dilihat
Puing-puing sisa kandang terbakar setelah dipadamkan (istimewa)

KabarBaik.co, Batu – Kebakaran hebat melanda peternakan ayam milik Sucipto Silet di Jalan Jalibar, Dusun Dresel, Desa Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu, Rabu (10/2) sekitar pukul 04.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, tiga dari enam kandang hangus terbakar dan sekitar 15.000 ekor ayam mati.

Anak pemilik kandang, Otto Sugianto, mengatakan ayam yang menjadi korban kebakaran masih berusia 15 hari. Dari total 45.000 ekor ayam yang berada di lokasi, sebanyak 30.000 ekor berhasil diselamatkan.

“Dari total 45.000 ekor, 30.000 ekor berhasil diselamatkan. Kerugian ditaksir mencapai Rp 1 miliar,” ujar Otto.

Ia menyebutkan kebakaran diduga dipicu ledakan tabung LPG yang digunakan sebagai pemanas di dalam kandang. Api dengan cepat membesar sehingga tujuh penjaga kandang yang berada di lokasi tidak mampu memadamkan api secara mandiri dan segera melaporkan kejadian tersebut ke petugas pemadam kebakaran.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batu Agung Sedayu menjelaskan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 04.00 WIB. Petugas langsung diterjunkan ke lokasi dengan kekuatan penuh.

“Kami menurunkan 14 personel Regu Yudha, 7 personel Regu Brama, serta 7 unit armada pemadam. Petugas melakukan isolasi jalur api, pembasahan, dan investigasi hingga kondisi dinyatakan aman pada pukul 07.20 WIB,” jelas Agung.

Proses pemadaman turut melibatkan warga sekitar, perangkat desa, Camat Junrejo, serta jajaran Polsek dan Polres Batu. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.