Petrokimia Gresik Raih Predikat Gold TJSL & CSR Award 2026 Berkat Program Pengelolaan Sampah

oleh -95 Dilihat
Perwakilan Petrokimia Gresik menerima penghargaan atas implementasi program TJSL dalam ajang 6th TJSL & CSR Award 2026
Perwakilan Petrokimia Gresik menerima penghargaan atas implementasi program TJSL dalam ajang 6th TJSL & CSR Award 2026. (Foto: Ist/Komkor PG)

Kabarbaik.co, Gresik – PT Petrokimia Gresik kembali meraih penghargaan tingkat nasional atas program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) tersebut memperoleh predikat Gold Pilar Lingkungan Kategori Anak Perusahaan BUMN dalam ajang 6th TJSL & CSR Award 2026.

Penghargaan tersebut diselenggarakan oleh BUMN Track bersama BTA Academy di Jakarta dan diberikan atas implementasi program TJSL Petrokimia Gresik yang dinilai memberikan dampak bagi masyarakat sekaligus lingkungan.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa program TJSL perusahaan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan sosial, tetapi juga menghasilkan inovasi dan dampak berkelanjutan.

“Keberhasilan TJSL saat ini tidak lagi diukur dari besarnya anggaran yang dikeluarkan, tetapi dari besarnya perubahan yang diciptakan. Perusahaan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan akan memperoleh kepercayaan yang lebih besar dari publik. Itulah sebabnya prinsip-prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi masa depan perusahaan,” ujar Daconi dalam keterangannya, Selasa (11/8).

Predikat Gold tersebut diraih Petrokimia Gresik melalui program Masyarakat Sadar Pengelolaan Sampah (Masdarsa) yang telah dijalankan sejak 2022 di Kelurahan Tlogopojok, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Program tersebut mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan tujuan mengurangi timbulan sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi melalui konsep ekonomi sirkular.

Dalam perkembangannya, Masdarsa kini telah memiliki 20 bank sampah, termasuk satu bank sampah yang berada di lingkungan sekolah, yakni Bank Sampah Sekolah di UPT SD Negeri 15 Gresik.

Tidak berhenti pada kegiatan memilah dan mengumpulkan sampah, Petrokimia Gresik juga mengembangkan program tersebut dengan berbagai kegiatan produktif.

Di antaranya adalah budidaya hidroponik, budidaya ikan dalam ember (budikdamber), produksi eco-enzyme, serta penyediaan layanan stasiun isi ulang atau Refilin untuk membantu mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai.

Program Masdarsa juga diarahkan untuk meningkatkan nilai ekonomi dari sampah yang dikumpulkan masyarakat. Petrokimia Gresik memberikan pendampingan dan transfer pengetahuan kepada kelompok masyarakat agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Salah satu inovasi yang diterapkan adalah pemanfaatan karung pupuk bekas sebagai media pengumpulan sampah. Langkah tersebut sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular di lingkungan perusahaan.

Hingga Mei 2026, program Masdarsa telah berhasil mengelola lebih dari 194 ton sampah anorganik. Program tersebut juga memberikan dampak lain, mulai dari peningkatan keterampilan masyarakat dalam memilah sampah, dukungan terhadap ketahanan pangan melalui hidroponik dan budikdamber, hingga membuka peluang tambahan pendapatan dari aktivitas bank sampah.

Menurut Daconi, implementasi TJSL di Petrokimia Gresik akan terus diarahkan agar selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus menciptakan Creating Shared Value (CSV).

Dengan pendekatan tersebut, program TJSL diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan, tetapi juga memperkuat keberlanjutan bisnis perusahaan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Petrokimia Gresik untuk terus memperkuat implementasi program TJSL yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan. Ke depan, kami akan terus menghadirkan program-program yang inovatif, adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, serta sejalan dengan prinsip ESG agar mampu menciptakan nilai bersama bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan,” tutup Daconi.

6th TJSL & CSR Award 2026 merupakan ajang apresiasi bagi perusahaan yang dinilai berhasil mengintegrasikan program TJSL ke dalam strategi bisnis. Program yang dinilai mencakup dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi yang dihasilkan secara berkelanjutan.

Tahun ini, sebanyak 68 perusahaan yang terdiri atas BUMN, anak perusahaan BUMN, dan perusahaan terbuka (Tbk) mengikuti ajang tersebut. Proses penilaian melibatkan sejumlah pihak, antara lain akademisi, pakar ESG, praktisi CSR, serta tokoh nasional.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.