Pilu! Siswi SMP Asal Surabaya Diperkosa Anggota Gangster di Gresik, Terungkap dari Cerita Guru

oleh -97 Dilihat
Ilustrasi

KabarBaik.co, Gresik – Aksi kekerasan seksual terhadap pelajar kembali terjadi di wilayah Kota Santri, Gresik. Kali ini, korbannya seorang siswi kelas 2 SMP asal Kota Surabaya. Terduga pelaku seorang anggota gangster.

Dia diduga menjadi korban penyekapan sekaligus pemerkosaan yang dilakukan oleh anggota gangster dan tak lain adalah kakak kelasnya di sekolah. Peristiwa itu terjadi pada 27 Desember 2025, tepatnya di rumah kosong Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo, Gresik.

Cerita pilu itu diungkapkan langsung ayah korban CEY kepada awak media. Meskipun penyekapan dan pemerkosaan terjadi akhir tahun 2025, namun hal tersebut baru terungkap pada 15 Januari 2026 lalu. Dari cerita guru kepada istri CEY.

“Tanggal 15 Januari 2026, istri saya dipanggil pihak sekolah. Dari sanalah kita tahu anak saya telah dilecehkan oleh kakak kelasnya,” tutur pria asal Lakarsantri, Kota Surabaya itu sembari menahan getir, Jumat (13/2).

Hal tersebut tentu membuat CEY dan keluarga syok. Betapa tidak, anak perempuan yang selama ini dijaga dengan baik malah menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh kakak kelasnya sendiri.

Setelah pulang, korban akhirnya menceritakan semua hal pahit yang telah dialaminya. Sore itu sekitar pukul 14.00 WIB, dia diajak oleh terduga pelaku berinsial GBA untuk jalan-jalan dan bakar-bakar di rumah temannya. Korban sebenarnya sudah pamit dengan keluarga.

Namun, setelah diajak keliling menggunakan sepeda motor, korban dibawa ke rumah kosong. Tepatnya di wilayah Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.

“Di sana anak saya diajak masuk ke rumah kosong dengan alasan mampir minum. Anak saya sempat menolak, tapi diancam tidak akan diantarkan pulang. Akhirnya anak saya pun masuk di ruang tamu,” ceritanya.

Dalam situasi yang sepi, terduga pelaku mengancam korban agar mau melayani nafsu bejatnya. GBA juga melarang korban mengangkat telepon saat dihubungi orang tuanya. Gadis belia itu diancam agar tidak mengatakan apapun jika ingin pulang dengan selamat.

Malam itu, korban tidak bisa dihubungi sama sekali oleh orang tuanya. Sambungan telepon tidak terjawab. ECY dan istri dibuat khawatir. Korban baru diantarkan pulang keesokan harinya, 28 Desember 2025, sekitar pukul 08.00 WIB.

Ketika tiba di rumah, korban mengaku kepada orang tuanya bahwa tidak pulang karena diajak bakar-bakar bersama teman. Namun, waktu membuka tabir yang sebenarnya. Ternyata, korban telah disekap dan dirudapaksa kakak kelas yang seorang anggota gangster.

“Pelaku ini kan anggota gangster. Karena banyak sajam (senjata tajam) di rumah kosong itu kata anak saya. Ada foto-foto pelaku sedang bawa sajam gitu. Anak saya disekap dan diperkosa, saya gak terima akhirnya saya lapor polisi,” pungkasnya.

Terpisah, Kanit PPA Sat Reskrim Polres Gresik Ipda Hendri Hadiwoso membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan pemeriksaan.

“Benar sudah kita terima laporannya. Saat ini sudah kita lakukan penyelidikan,” kata Hendri, Jumat (13/2).(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.