Pimpinan Ponpes di Lombok Tengah Diduga Perkosa Ustazah Sejak Masih Santriwati

oleh -95 Dilihat
pelecehan
Ilustrasi pemerkosaan

KabarBaik.co – Pimpinan pondok pesantren (ponpes) di Lombok Tengah (Loteng), NTB, diduga melakukan rudapaksa seorang ustazah. Perbuatan asusila itu dilakukan secara berkala sejak sang ustazah masih berstatus santriwati.

Ketua Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Mataram (Unram), Joko Jumadi di Mataram, Kamis (15/1), mengatakan bahwa pihaknya sudah memegang bukti dugaan rudapaksa tersebut dalam bentuk rekaman audio.

“Rekaman itu berisi pengakuan ustazah tentang perbuatan terduga pelaku. Rekaman itu ada dan sudah beredar,” katanya.

Ia menyampaikan modus terduga pelaku pimpinan pondok pesantren bergelar tuan guru tersebut agar perbuatannya tidak terbongkar, korban dipaksa untuk bersumpah ‘nyatok’, meminta korban meminum air campur tanah dari makam yang dikeramatkan.

Joko mengungkapkan dari hasil tindak lanjut penanganan BKBH Unram, jumlah korban melebihi satu orang. Hal itu terungkap dari keterangan lima santriwati yang mendatangi pihak BKBH Unram, Selasa (13/1).

Salah seorang santriwati kepada pihak BKBH Unram mengaku bahwa terduga pelaku sempat memberikan handphone miliknya agar korban memotret salah satu bagian vital tubuhnya.

“Modusnya supaya dikasih doa khusus dari terduga pelaku. Untungnya, korban yang usia anak ini menolak,” ujarnya.

Ada juga terduga korban lain dari kalangan santriwati yang mengaku sempat dicium oknum pimpinan pondok tersebut.

Menurut hasil kajian BKBH Unram, perilaku pimpinan pondok pesantren ini sudah jauh menyimpang dengan mempengaruhi psikologis korban yang berstatus di bawah umur.

Atas adanya aduan ini, Joko menegaskan pihak BKBH Unram fokus pada pemulihan psikologis korban dan berencana menindaklanjuti persoalan ini ke ranah hukum.

“Ini kita mau laporkan tentang kekerasan psikologis adanya desakan mengambil sumpah. Ini bukan fitnah, sudah ada bukti yang beredar,” ucap dia.

Atas adanya persoalan ini, Kepala Seksi Humas Polres Lombok Tengah Iptu Lalu Brata Kusnadi mengakui bahwa pihaknya siap menindaklanjuti kasus tersebut.

“Kalau ada laporannya, kami siap menindaklanjuti,” katanya. (ANTARA)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.