KabarBaik.co – Kabar tentang PKB dan PDIP yang akan berkoalisi di Pilkada Bojonegoro 2024 semakin mencuat beberapa hari terakhir. Pada Pilkada Bojonegoro 2018 lalu, kedua partai itu merupakan pemenang saat mengusung masing-masing kader mereka sebagai calon bupati dan calon wakil bupati.
Setyo Wahono yang sebelumnya telah mendeklarasikan diri maju berpasangan dengan Nurul Azizah buka suara terkait koalisi PKB-PDIP tersebut. Wahono tidak mempersoalkan siapapun calon yang akan menjadi lawannya pada pilkada mendatang. Dia pun telah mempersiapkan diri apabila lawannya pada pilkada nanti merupakan pemenang pilkada sebelumnya.
“Siapapun lawanya kita telah siap menghadapai,” tegas Wahono, Minggu (25/8). Keyakinan Wahono untuk maju Pilkada Bojonegoro 2024 kian kuat setelah sejumlah partai politik memberikan dukungan. Baik partai yang tergabung dalam Koliasi Indonesia Maju (KIM) maupun tidak.
“Insya Allah tanggal 28 nanti kita akan mendaftar ke KPU,” jelas Wahono. Sampai saat ini pasangan yang mendeklarasikan diri sebagai Wa-Nur (Wahono-Nurul) ini telah mendapat dukungan dari 11 parpol, yakni Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, PPP, PBB, PSI Gelora, Nasdem, PKS, dan Hanura.
Dari 11 parpol tersebut, sebanyak 9 parpol memiliki kursi di DPRD Bojonegoro. Jumlahnya mencapai 31 kursi dari total 50 kursi di legislatif. Rinciannya, Gerindra 8 kursi, Golkar dan Demokrat masing-masing 5 kursi, PAN dan PPP masing-masing 3 kursi, PBB, PKS dan Hanura masing-masing 2 kursi, dan Nasdem 1 kursi.
Sementara itu, Abdullah Umar, sekretaris DPC PKB Bojonegoro belum memberikan tanggapan terkait isu akan bergabungnya dua partai pemenang pilkada lalu. Selain itu, Abidin Fikri yang juga menjabat sebagai ketua DPC PDIP Bojonegoro juga tidak membalas konfirmasi lewat pesan singkat terkait kabar koalisi PKB dan PDIP tersebut. (*)