KabarBaik.co, Surabaya – Insiden runtuhnya plafon ruang kelas di SMPN 60 Surabaya pada Rabu (28/1) pagi memicu reaksi keras dari kalangan legislatif. Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ais Shafiyah Asfar, mendesak Pemkot Surabaya untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik bangunan sekolah di seluruh kota.
Ais menegaskan bahwa keselamatan siswa adalah aspek yang tidak dapat ditawar. Menurutnya, ambruknya plafon tersebut harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk lebih memperketat pengawasan sarana pendidikan.
“Keselamatan siswa harus menjadi perhatian utama kita. Kita mendorong pemerintah kota melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah,” ujar Ais dalam keterangannya, Kamis (29/1).
Ketua Harian DPP PKB ini juga menambahkan bahwa setiap ruang belajar wajib dipastikan keamanannya sebelum kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Ia menyoroti pentingnya perawatan rutin dan pemantauan berkala terhadap struktur bangunan, terutama untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dan usia bangunan yang sudah tua.
“Insiden di SMPN 60 ini menunjukkan bahwa pengawasan infrastruktur pendidikan tidak bisa diabaikan. Pemerintah dan dinas terkait harus memastikan semua sekolah di Surabaya memenuhi standar keselamatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ais mendorong adanya alokasi pendanaan khusus untuk renovasi sekolah-sekolah yang masuk dalam kategori rawan kerusakan. Ia berharap perbaikan tidak hanya dilakukan secara parsial pada plafon yang ambruk, tetapi mencakup penguatan seluruh sarana pendukung pendidikan.
Guna mempercepat penanganan, Ais meminta adanya kolaborasi erat antara DPRD, Dinas Pendidikan, dan BPBD Kota Surabaya agar proses evaluasi berjalan cepat dan transparan.
“Kita ingin agar setiap siswa dapat belajar dengan aman, dan sekolah menjadi tempat yang nyaman serta terlindungi dari risiko keselamatan,” pungkasnya. (*)







