KabarBaik.co, Pacitan – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong transisi energi bersih nasional. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pumped Storage Grindulu berkapasitas 1.000 Megawatt (MW) di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Proyek ini diproyeksikan menjadi PLTA pumped storage terbesar kedua di Indonesia dan diharapkan menjadi penopang baru sistem kelistrikan di wilayah Jawa Bagian Timur dan Bali.
Rencana tersebut disampaikan jajaran manajemen PLN dalam pertemuan koordinasi bersama Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, di Ruang Rapat Bupati. Pertemuan dihadiri perwakilan PT PLN (Persero) Kantor Pusat, PLN UPP JBTB 1 Yogyakarta, PLN ULTG Madiun, serta manajemen PLN UIP JBTB.
General Manager PLN UIP JBTB, Moh. Fathol Arifin, menegaskan bahwa proyek PLTA Pumped Storage Grindulu merupakan langkah konkret PLN dalam mendukung target pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE).
Menurutnya, pembangkit ini bukan sekadar infrastruktur energi, melainkan solusi penyimpanan listrik skala besar yang akan memperkuat keandalan sistem kelistrikan berbasis energi terbarukan.
“PLTA Pumped Storage Grindulu akan menjadi tulang punggung baru bagi sistem kelistrikan Jawa Bagian Timur dan Bali. Dengan kapasitas 1.000 MW, proyek ini berperan vital dalam menjaga stabilitas pasokan listrik, terutama dari sumber energi terbarukan yang bersifat intermiten seperti surya dan angin. Kami berkomitmen menjalankan proses prakonstruksi dan pembangunan dengan standar lingkungan dan sosial yang ketat demi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Fathol, Rabu (25/2).
Manager PLN UPP JBTB 1 Yogyakarta, Wahyu Kurniawan, menambahkan bahwa proyek tersebut merupakan bagian penting dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.
Saat ini, PLN tengah menyiapkan studi kelayakan (feasibility study) untuk lokasi pembangunan yang direncanakan berada di Desa Ketro, Kecamatan Tulakan, serta Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan. “Kami berharap proyek ini tidak hanya memperkuat sistem kelistrikan nasional, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal Pacitan,” jelas Wahyu.
Berbeda dengan PLTA konvensional, teknologi pumped storage berfungsi sebagai sistem penyimpanan energi skala besar atau giant battery. Sistem ini menggunakan dua waduk, yakni waduk atas dan waduk bawah, yang dihubungkan melalui terowongan air dan turbin pompa. Saat pasokan listrik berlebih, air dipompa ke waduk atas. Ketika beban puncak terjadi, air dialirkan kembali untuk menghasilkan listrik. Skema ini efektif menjaga keseimbangan dan keandalan sistem.
Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, menyambut baik rencana pembangunan tersebut dan menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah. Ia menilai proyek ini menjadi peluang besar bagi Pacitan untuk berkontribusi dalam pengembangan energi bersih nasional.
“Ini tantangan sekaligus peluang besar. Saya meyakini ada manfaat jangka panjang bagi daerah karena ini merupakan teknologi baru. Kami berharap proyek ini berjalan lancar dan Pacitan dapat menjadi percontohan pengembangan energi bersih di tingkat nasional,” ujar Indrata.
Rencana pembangunan PLTA Pumped Storage Grindulu menjadi wujud sinergi antara PLN dan Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam mendukung kemandirian energi nasional. Selain meningkatkan porsi energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi, proyek ini juga diharapkan membuka lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan infrastruktur dan ekonomi di wilayah Pacitan dan sekitarnya.






