Plot Twist! Proliga Seri Malang Jadi Evaluasi Kemalangan Gresik Phonska

oleh -225 Dilihat
Tim voli putri Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia bertekad menjuarai Proliga 2026. (Foto IG)

KabarBaik.co, Malang – Saat para supporter menggadang-gadang Proliga 2026 seri Malang sebagai pesta kepastian tiket final four sekaligus juara musim reguler, justru berubah jadi cerita kemalangan bagi Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (GPPI). Dari tim tak terkalahkan yang mendominasi putaran pertama dengan 7 kemenangan beruntun, GPPI kini harus menelan dua kekalahan berturut-turut di GOR Ken Arok.

​Pertama, tumbang 1-3 dari Jakarta Popsivo Polwan, pada Jumat (6/2). Kedua, yang lebih mengejutkan lagi, juga harus takluk 1-3 dari Jakarta Livin Mandiri, Minggu (8/2). Dan, seperti sebuah cerita drama, plot twist itu adalah “menghilangnya” pelatih kepala Alessandro Lodi dan bintang Oleksandra Bytsenko.

Ketidakhadiran keduanya dianggap sebagian fans sebuah misteri. Kabar yang mengemuka, Lodi dan Bytsenko disebut masih dalam kondisi sakit. Ujungnya, skuad GPPI tampak pincang, kehilangan ritme, dan akhirnya  berujung tergusur dari posisi puncak klasemen sementara.

​Laga penutup seri Malang melawan Jakarta Livin Mandiri menjadi klimaks kemalangan GPPI. Skor set 17-25, 22-25, 25-22, 20-25. Livin Mandiri tampil ganas sejak awal, mendominasi dua set pertama dengan permainan kolektif rapi dan blok solid yang dipimpin Yolla Yuliana.

GPPI sempat bangkit di set ketiga berkat perbaikan defense serta beberapa attack dan blok sukses. Sayangnya, di set keempat, tampak seperti ada kelelahan, kurangnya power spike, self error, hingga membuat The Bulls tak mampu menahan serangan Livin Mandiri.

Tanpa Sasa–panggilan Oleksandra Bytsenko– dan Lodi yang tak hadir di pinggir lapangan sebagai juru taktik, tim hanya mengandalkan Annie Mitchem sebagai pemain asing tunggal. Rotasi skuad lokal Mediol Stiovanny Yoku dkk pun tak cukup mengimbangi momentum Livin Mandiri yang belakangan penuh determinasi.

​Tentu, laga seri Malang ini bukan sekadar kekalahan biasa. Namun, mesti jadi evaluasi kemalangan total bagi GPPI. Dari 20 poin sempurna di putaran pertama (7 menang, 0 kalah), kini masih tetap di 20 poin tapi dengan catatan 7 menang-2 kalah setelah dua laga tersebut.

​Sementara itu, di pihak lain, Jakarta Pertamina Enduro, tim Megawati Hangestri, memanfaatkan momentumnya dengan kemenangan 3-0 atas Medan Falcons pada Minggu (8/2) malam. Kini  naik ke 21 poin dan menggeser GPPI ke posisi runner-up. Klasemen sementara putri Proliga 2026 kini berbalik-balik, Pertamina Enduro memimpin, GPPI runner-up. Demikian juga Popsivo Polwan, yang melorot dan sementara terlempar dari final four.

​Di kalangan volimania, spekulasi liar pun makin merebak. Apakah absennya Lodi dan Bytsenko hanya sakit biasa, atau ada kabar lain di balik layar? Yang jelas, Seri Malang yang seharusnya jadi langkah mantap menuju gelar telah menjadi cermin kelemahan mendadak bahwa tanpa duo itu, dominasi putaran pertama terasa seperti ilusi sementara.

​Tiga laga masih tersisa. GPPI pun kini seperti berada di persimpangan. Apakah ini akhir dari mimpi juara, atau justru awal comeback epik seperti pahlawan dalam cerita olahraga? Volimania menanti jawaban di pekan-pekan mendatang. Saksikan kelanjutan Proliga 2026, persaingan sektor putri semakin tak terduga dan sepertinya bakal penuh plot twist! (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.