KabarBaik.co, Jombang – Satlantas Polres Jombang terus mengintensifkan pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026. Salah satu upaya yang dilakukan yakni memberikan edukasi keselamatan berkendara (safety riding) kepada siswa di SMP Negeri 5 Jombang.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Jombang Ipda M. Sutris mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.
“Operasi Keselamatan Semeru 2026 ini bertujuan untuk menurunkan angka kecelakaan dan meningkatkan kedisiplinan masyarakat. Salah satu target prioritas kami adalah penggunaan kendaraan bermotor oleh anak di bawah umur yang belum memiliki SIM,” ujar Sutris dalam keterangannya, Jumat (13/2).
Ia menegaskan secara regulasi siswa tingkat SMP belum diperbolehkan mengendarai sepeda motor secara mandiri. Selain melanggar aturan, anak usia SMP dinilai belum siap secara psikologis dan emosional menghadapi situasi lalu lintas yang dinamis dan berisiko.
“Adik-adik di tingkat SMP belum diperbolehkan mengendarai motor sendiri. Selain melanggar aturan, secara psikologis dan emosional mereka belum siap menghadapi dinamika di jalan raya yang penuh risiko,” katanya.
Sutris mengimbau para siswa untuk meminta orang tua mengantar ke sekolah atau memanfaatkan angkutan umum. Ia juga mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anak yang belum cukup umur mengendarai kendaraan bermotor sendiri.
Menurut dia, angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar masih memprihatinkan sehingga perlu menjadi perhatian bersama.
“Kegiatan ini adalah peringatan sekaligus teguran. Kami ingin membangun kesadaran kolektif, baik bagi siswa maupun pihak sekolah, agar lebih ketat dalam pengawasan kendaraan bermotor di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Ia berharap melalui Operasi Keselamatan Semeru 2026, seluruh elemen masyarakat dapat lebih peduli terhadap keselamatan di jalan raya.
“Kami tidak ingin melihat air mata orang tua jatuh karena kehilangan putra-putrinya di jalan raya. Biarkan orang tua atau angkutan umum yang mengantar, agar masa depan mereka tetap terjaga,” pungkasnya. (*)







