KabarBaik.co, Jombang – Kegiatan sahur on the road (SOTR) di Jombang menjadi sorotan warganet setelah viral di media sosial. Acara tersebut dinilai mengganggu ketertiban karena menghadirkan sound horeg dan jogetan yang dianggap tidak pantas di bulan Ramadan.
SOTR itu berlangsung di jalan penghubung Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, dengan Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh, pada Minggu (22/2) pagi. Kepolisian memastikan kegiatan tersebut tidak mengantongi izin.
Kapolsek Ploso Kompol Achmad Chairuddin mengatakan pihaknya mengetahui kegiatan itu dari unggahan media sosial. Ia menegaskan bahwa baik kepolisian maupun pemerintah desa setempat tidak pernah memberikan izin.
“Tanpa izin, kami juga tidak mengizinkan. Bahkan kepala desanya juga tidak tahu, tahunya dari laporan warga,” ujar Chairuddin dalam keterangannya Selasa (24/2).
Menurut dia, kejadian serupa juga sempat terjadi pada Minggu pertama Ramadan tahun lalu. Saat itu, kepolisian melakukan langkah antisipatif agar kegiatan serupa tidak berlanjut.
Untuk Ramadan tahun ini, Polsek Ploso akan meningkatkan pengawasan. Hal itu sejalan dengan imbauan Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan agar masyarakat tidak menggelar kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban selama Ramadan.
“Kami akan lakukan patroli gabungan dengan Polsek Kabuh dan melibatkan pemerintah desa. Masyarakat kami imbau jika ingin jalan pagi setelah sahur, tidak perlu menggunakan sound system,” kata Chairuddin.
Ia juga menyayangkan adanya penampilan joget yang dinilai tidak pantas. “Itu informasinya spontan dan diduga waria. Namun tetap tidak etis, apalagi dilakukan saat Ramadan,” ujarnya.
Sebelumnya, Kegiatan sahur on the road (SOTR) di Jombang, Jawa Timur, menjadi sorotan warganet setelah viral di media sosial. Pasalnya, selain diiringi sejumlah sound horeg, acara tersebut juga menampilkan jogetan yang dinilai kurang pantas dilakukan di momen Ramadan.
Sejumlah video SOTR itu beredar di TikTok dan memperlihatkan ribuan orang berkonvoi menggunakan sepeda motor. Mereka mengikuti iring-iringan sound horeg yang melintasi jalan kampung hingga area persawahan, sejak dini hari saat suasana masih gelap hingga pagi hari. (*)






