Polisi Ungkap Hasil Autopsi Mayat Wanita yang Ditemukan Nyaris Telanjang di Pasuruan

oleh -126 Dilihat
Evakuasi mayat wanita yang ditemukan nyaris telanjang di Rejoso, Pasuruan
Evakuasi mayat wanita yang ditemukan nyaris telanjang di Rejoso, Pasuruan. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Pasuruan – Penyebab kematian perempuan tanpa identitas yang ditemukan di area persawahan Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Senin (23/3), mulai terungkap.

Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan di RS Bhayangkara Porong, Kabupaten Sidoarjo, korban diketahui meninggal akibat kekerasan benda tumpul yang mengenai bagian kepala dan dahi.

Selain itu, ditemukan pula retakan pada tulang rusuk yang menyebabkan gangguan aliran darah ke jantung.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Dhecky Tjahyono Tri Yoga, mengatakan korban diperkirakan telah meninggal lebih dari lima hari sebelum ditemukan warga pada Senin (23/3) sore.

“Korban sudah meninggal lebih dari lima hari dan penyebab kematiannya akibat benda tumpul,” ujarnya, Selasa (24/3).

Meski penyebab kematian telah diketahui, identitas korban hingga kini masih belum terungkap. Polisi mengalami kendala dalam proses identifikasi karena sidik jari korban telah rusak.

Namun demikian, petugas menemukan ciri khusus berupa tato bergambar perempuan pada paha kiri korban.

“Identitas korban belum bisa dipastikan. Kami hanya menemukan ciri tato bergambar perempuan di paha kiri,” kata dia.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengetahui ciri-ciri tersebut agar segera melapor ke Polres Pasuruan Kota.

Laporan dari masyarakat diharapkan dapat membantu proses penyelidikan sekaligus mengungkap identitas korban.(*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Zia Ulhaq
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.