Polres Batu Lakukan Rekayasa Lalu Lintas Mengurai Kemacetan, Ini Penjelasan Kapolres

oleh -336 Dilihat
WhatsApp Image 2025 04 05 at 12.28.43
Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata saat di Pos Batos. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Kurang beberapa hari menuju puncak arus balik Lebaran, ribuan kendaraan telah memadati wilayah Kota Batu. Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah ruas jalan wahana wisata mengalami kemacetan panjang. Karena itu, kepolisian bergerak cepat dengan melakukan sejumlah rekayasa jalur untuk mengurai kemacetan.

Data kepolisian menyebutkan bahwa kemacetan panjang terlihat mulai simpang tiga Karangploso dan simpang tiga Pendem. Ada dua titik yang merupakan persimpangan kendaraan dari arah Malang-Kota Batu dan Surabaya-Kota Batu. Selain itu, sejumlah jalur di lokasi wisata juga terjadi kemacetan.

Total ada 13 wahana wisata yang terjadi kemacetan selama libur Lebaran 2025. Pengguna jalan diharapkan mewaspadai kemacetan di jalur lokasi wisata Jatim Park 1-2-3, Wahana Kota Batu Ekonomis Park, Selecta, Coban Rondo, Santera, Baloga, BNS, Museum Angkut, Coban Talun, dan Songgoriti.

“Dari data Unit Lalu Lintas Polres Batu selama Rabu (2/4) dan Kamis (3/4), sebanyak 55 ribu kendaraan masuk ke Kota Batu,” kata Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, Sabtu (5/4).

Menurut Andi, kemacetan yang terjadi hingga Jumat lalu (3/4), petugas kepolisian belum melakukan rekayasa contra flow. Penyebabnya karena kendaraan masih terus berdatangan di kecepatan 5 hingga 10 kilometer. “Di sini untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi, satlantas bekerjasama dengan pengelola wisata meluncurkan shuttle bus jalur wisata,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.