KabarBaik.co – Di tengah kesibukan menjaga keamanan dan ketertiban, Polres Nganjuk mengambil waktu untuk memperkuat fondasi spiritual personel sekaligus menyentuh hati masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim di Masjid Al-Ikhlas Polres Nganjuk pada Jumat (23/1) bukan hanya acara rutin. Namun juga bukti bahwa kekuatan kepolisian tidak hanya terletak pada kekerasan hukum, tetapi juga pada kelembutan hati yang peduli.
Puluhan personel Polri dan ASN Polres Nganjuk berkumpul khidmat di ruang utama masjid. Wakapolres Nganjuk Kompol Andria Diana Putra yang mewakili Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan membuka acara dengan pesan yang menyentuh hati, bahwa tugas sebagai Bhayangkara adalah perpaduan antara kewajiban negara dan ibadah kepada Tuhan.
“Kita mengenakan seragam untuk melindungi rakyat, tetapi di balik seragam itu, kita memiliki hati yang harus selalu diingatkan akan nilai-nilai kebaikan. Tolong-menolong bukan hanya perintah profesi, tetapi juga perintah agama,” ujarnya sambil melihat para personel yang antusias.
Sementara itu, penceramah KH. Fathul Alim, Ulama Kamtibmas Rejoso, mengajak seluruh peserta untuk melihat tugas kepolisian sebagai amanah mulia.
“Setiap kali kita membantu warga yang kesusahan, setiap kali kita melindungi yang lemah, itu adalah bentuk ibadah yang lebih besar dari sekadar salat dan puasa. Karena ibadah itu tidak hanya menghadap kepada langit, tetapi juga menyentuh hati sesama manusia,” jelas KH. Fathul Alim.
Untuk sebagian personel, kegiatan ini menjadi momen refleksi mendalam. Kasi Humas Polres Nganjuk Iptu Fajar Kurniadi mengaku merasa tersentuh mendalam.
“Kita sering menghadapi beragam permasalahan bahkan sisi gelap kehidupan masyarakat, tapi hari ini kita melihat sisi yang perlu kita lindungi dan rawat dengan penuh cinta. Ini membuat saya lebih paham mengapa kita harus bekerja dengan hati yang bersih,” katanya.
Kegiatan Binrohtal dan santunan anak yatim ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter personel Polri yang tidak hanya profesional, tetapi juga humanis. Polres Nganjuk berharap nilai-nilai empati dan kepedulian yang ditanamkan melalui acara ini akan tercermin dalam setiap pelayanan kepada masyarakat.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya takut pada Polri, tetapi juga merasa bisa bergantung dan mempercayai kita sebagai saudara yang selalu siap membantu,” ujar Andria usai menyerahkan paket santunan.
Program ini merupakan agenda berkala, dengan target menjangkau lebih banyak anak yatim dan kelompok masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Nganjuk.
“Kita bukan hanya pelindung keamanan, tetapi juga pelindung masa depan generasi muda,” pungkas Andria. (*)







