KabarBaik.co- Persebaya Surabaya telah menuntaskan putaran pertama Super League 2025/2026. Di laga akhir mencatatkan kemenangan 2-1 atas tim bertabur bintang Malut United, Sabtu (10/1). Kini, Green Force dengan pelatih baru Bernardo Tavares menatap putaran kedua dengan modal 28 poin. Capaian angka ini menempatkan Persebaya di posisi tujuh klasemen sementara.
Memperbaiki peringkat tersebut, tiga pemain baru asal Brasil untuk menambah kedalaman skuad sudah diperkenalkan. Tinggal menunggu apakah bakal ada pemain baru lagi yang digaet Persebaya
Dari total 17 pertandingan yang akan dijalani di putaran kedua, Bajul Ijo mendapat jatah delapan laga kandang dan sembilan laga tandang. Secara matematis, komposisi itu menuntut Persebaya untuk menjadikan kandang sebagai fondasi utama mendulang poin, sementara laga tandang harus dikelola dengan pendekatan realistis.
Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) tetap menjadi benteng harapan. Bermain di hadapan fanatisme Bonek, Persebaya secara historis memiliki keunggulan psikologis dan teknis atas sebagian besar lawan-lawannya. Namun, dari analisis probabilitas mengacu tim-tim yang bakal dihadapi, rasanya ambisi Pesebaya untuk dapat menyapu bersih seluruh laga kandang hampir mustahil.
Dengan memperhitungkan kualitas lawan, intensitas derby, serta karakter big match, peluang Persebaya memenangkan seluruh delapan laga kandang diprediksi hanya berada di kisaran 1,5-2 persen. Angka ini turun, terutama karena kehadiran Persib Bandung dan PSM Makassar, dua tim dengan kualitas dan konsistensi tinggi, serta Madura United yang kerap menghadirkan tensi emosional di atas lapangan.
Secara individual, probabilitas kemenangan kandang Persebaya bervariasi. Saat menjamu tim promosi atau tim menengah-bawah seperti PSBS Biak dan Persik, peluang menang bisa di atas 65-75 persen. Namun, angka itu turun ke kisaran 50–55 persen saat menghadapi Persib dan PSM. Karena itu, target realistis kandang tidak diletakkan pada kesempurnaan, melainkan pada akumulasi poin.
Nah, dengan estimasi tersebut, Persebaya secara rasional berpeluang mengamankan 18-20 poin dari kandang. Angka sepertinya lazim dicapai bagi tim penantang juara di Liga Indonesia.
Jika kandang adalah fondasi, maka laga tandang adalah ujian kedewasaan. Persebaya harus melawat ke sejumlah markas berat seperti Bali United, Borneo FC, Persija Jakarta, dan Arema Malang. Dalam konteks liga domestik, rata-rata peluang kemenangan tandang tim papan atas jarang melampaui 30 persen. Analisis probabilitas Persebaya di laga tandang mencerminkan pola tersebut, dengan peluang menang berkisar antara 18-35 persen bergantung lawan dan karakter kandang.
Akumulasi dari angka-angka itu setidaknya dapat menghasilkan gambaran yang tegas. Probabilitas Persebaya Surabaya mampu menjalani seluruh laga tandang tanpa kekalahan hanya sekitar 0,6 persen. Ini sebuah skenario yang secara statistik nyaris tidak mungkin. Bahkan, bagi tim kandidat juara sekalipun, menjaga konsistensi di sembilan laga tandang adalah pekerjaan berat. Karena itu, target tandang tidak lagi berbicara soal dominasi, melainkan efisiensi.
Dalam simulasi probabilistik, peluang Persebaya Surabaya meraih minimal tiga kemenangan tandang masih berada di kisaran 55-60 persen. Angka ini menempatkan Persebaya dalam jalur wajar tim papan atas. Dengan tambahan dua hingga tiga hasil imbang, target 10-12 poin dari laga tandang menjadi batas sehat agar tetap kompetitif di klasemen.
Jika dua target besar tersebut digabungkan, 18-20 poin kandang dan 10-12 poin tandang, maka Persebaya Surabaya berpotensi mengoleksi 28-32 poin pada putaran kedua. Secara statistik, raihan itu relatif cukup untuk menjaga posisi di papan atas dan tetap berada dalam orbit perebutan gelar juara hingga akhir musim. Sebaliknya, kegagalan menjaga kandang atau hasil tandang yang terlalu buruk, akan langsung berdampak signifikan pada peluang bersaing.
Dengan demikian, putaran kedua Super League 2025/2026 bukan soal apakah Persebaya mampu tampil sempurna, melainkan sejauh mana mereka mampu bermain rasional sesuai probabilitas. Mengamankan laga yang peluangnya tinggi, bertahan di laga sulit, dan menghindari kekalahan yang tidak perlu akan menjadi kunci. Kecerdasan membaca peluang sering kali lebih menentukan dibanding ambisi semata.
Jadwal Persebaya Putaran Kedua Super League 2025/2026
- Minggu, 25 Jan 2026, 15.30 WIB, PSIM Yogyakarta vs Persebaya
- Minggu, 1 Feb 2026, 19.00 WIB, Persebaya vs Dewa United
- Sabtu, 7 Feb 2026, 19.00 WIB, Bali United vs Persebaya
- Sabtu, 14 Feb 2026, 19.00 WIB, Persebaya vs Bhayangkara
- Sabtu, 21 Feb 2026, 20.30 WIB, Persijap vs Persebaya
- Rabu, 25 Feb 2026, 20.30 WIB, Persebaya vs PSM Makassar
- Senin, 2 Mar 2026, 20.30 WIB, Persebaya vs Persib Bandung
- Sabtu, 7 Mar 2026, 20.30 WIB, Borneo FC vs Persebaya
- Satu, 4 Apr 2026, 19.00 WIB, Persebaya vs Persita
- Sabtu, 11 Apr 2026, 19.00 WIB, Persija Jakarta vs Persebaya
- Jumat, 17 Apr 2026, 19.00 WIB, Persebaya vs Madura United
- Kamis, 23 Apr 2026, 19.00 WIB, Malut United vs Persebaya
- Selasa, 28 Apr 2026, 15.30 WIB, Arema vs Persebaya
- Sabtu, 2 Mei 2026, 15.30 WIB, Persebaya vs PSBS Biak
- Sabtu, 9 Mei 2026, 19.00 WIB, Persis Solo vs Persebaya
- Jumat, 15 Mei 2026, 15.30 WIB, Semen Padang vs Persebaya
- Sabtu, 23 Mei 2026, WIB, Persebaya vs Persik (jadwal belum ditentukan)






