Prediksi Poin Final Four Proliga 2026: Gresik Melenggang, Megawati Menanti Momentum

oleh -219 Dilihat
IMG 20260121 053143

KabarBaik.co– Genderang persaingan Proliga 2026 sektor putri pasca-Seri Medan, bakal kian memanas. Duel antartim pada lanjutan seri-seri berikutnya, menyisakan teka-teki besar. Siapa empat tim yang paling layak melaju ke fase bergengsi, Final Four? Inilah prediksinya.

Berdasarkan analisis poin sementara, catatan head-to-head, hingga kedalaman skuad yang ada, peta kekuatan mulai mengerucut pada dominasi dua raksasa dan satu pertarungan hidup-mati di papan tengah.

Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia saat ini berdiri kokoh di puncak piramida dengan probabilitas kelolosan mencapai 98 persen. Keberhasilan mereka menyapu bersih laga di seri Pontianak dan Medan, bukan sekadar keberuntungan. Namun, buah dari kedalaman skuad yang paling merata pada musim ini. Dengan distribusi serangan kolektif yang stabil,

Gresik Phonska diprediksi akan mengakhiri musim reguler kali ini sebagai pemuncak klasemen dengan raihan sekitar 31 poin dari total 12 pertandingan. Poin ini diraih melalui 10-11 kemenangan. Pada musim tahun lalu, tim kebanggaan Jawa Timur itu lolos ke Final Four dengan hanya mendapat 19 poin dari 6 kali kemenangan.

Namun, bayang-bayang Jakarta Electric PLN terus mengintai di posisi kedua. Tim asuhan Chamnan Dokmai ini menunjukkan mentalitas juara yang sulit dipatahkan, meski seringkali harus melewati laga dramatis lima set. Berdasarkan tren performa saat ini, Jakarta Electric PLN diperkirakan akan mengunci posisi runner-up dengan koleksi sekitar 28 poin, membuntuti Gresik Phonska dalam perebutan takhta juara musim reguler. Tahun lalu, lolos “4 big” di posisi ketiga dengan mendapatkan 20 poin dari 7 kemenangan.

Pilar Penentu dan Perang Statistik

​Keunggulan tim-tim papan atas Proliga 2026 tidak hanya lahir dari strategi pelatih, tetapi juga dari kontribusi individu yang tercermin dalam data statistik. Di kubu Jakarta Electric PLN, sosok Neriman Ozsoy menjadi nyawa utama sekaligus pemegang takhta top skor sementara dengan koleksi 111 poin. Pemain asal Turki ini membuktikan kelasnya sebagai “mesin poin” yang sangat efisien dalam mengeksekusi bola-bola terbuka, menjadikannya momok menakutkan bagi pertahanan lawan mana pun.

Baca Juga: Loyalitas yang Diuji Cedera: Kisah Bela Sabrina Kembali ke Gresik Phonska Plus Proliga 2026

​Berbeda dengan pola serangan PLN yang terpusat, kekuatan Gresik Phonska Plus terletak pada kombinasi serangan dan pertahanan kolektif yang dibangun oleh dua pemain asing, dan kombinasi Mediol Yoku bersama Shella Bernadheta. Mediol, dengan kecepatan ayunan tangannya, tercatat sebagai salah satu pilar lokal paling produktif sejauh in. Sementara itu, Shella Bernadheta di posisi middle blocker memberikan garansi pertahanan udara yang solid. Selama ini, kontribusi nyata Shella terlihat pada efisiensi kill block yang sering kali mematikan momentum serangan lawan di depan net.

Di sisi lain, Jakarta Pertamina Enduro tetap menjadi ancaman serius berkat kehadiran “Megatron” Megawati Hangestri. Meski secara akumulasi poin Megawati berada di angka 56, bersaing ketat dalam 10 besar daftar top skor, ia memegang rekor rasio keberhasilan serangan tertinggi mencapai 48 persen.

Baca Juga: Aura Emas Sang Quicker: Menanti Tuah Shella Bernadheta di Gresik

Kemampuan perempuan asal Jember itu melepaskan serangan tajam dari posisi belakang atau back attack menjadi senjata rahasia yang diprediksi akan makin meledak di putaran kedua untuk mengamankan posisi Pertamina dengan prediksi akhir 25 poin. Tahun lalu, Pertamina Enduro meraih 22 poin dengan 7 kali menang.

Drama sesungguhnya terjadi pada perebutan dua slot terakhir menuju Final Four. Bandung BJB Tandamata, dengan skuad mudanya yang enerjik, diprediksi akan mengamankan posisi keempat dengan raihan 21 poin. Angka ini kemungkinan menjadi batas aman minimal untuk lolos dari kepungan pesaing terdekatnya, Jakarta Popsivo Polwan. Popsivo sendiri, meski diperkuat Yonkaira Pena yang telah mengoleksi 54 poin, diprediksi hanya akan mampu finis dengan 18 poin akibat kurangnya dukungan poin dari pemain lokal di laga-laga krusial.

​Kondisi inilah yang memperlebar celah bagi Jakarta Pertamina Enduro untuk melakukan kudeta posisi. Dengan distribusi poin yang lebih merata antara Megawati dan rekan setimnya, Pertamina memiliki napas yang lebih panjang dalam kompetisi maraton ini. Sebaliknya, bagi dua tim terbawah, Medan Falcons yang diprediksi hanya meraih 3 poin dan Jakarta Livin Mandiri yang terancam nirpoin, sisa kompetisi akan menjadi ajang evaluasi besar bagi manajemen mereka.

Baca Juga: Alessandro Lodi: Sang Arsitek Global di Balik Ambisi Takhta Gresik Petrokimia

​Dengan tensi yang terus meningkat menuju seri Bandung, konsistensi fisik akan menjadi kunci penentu. Apakah dominasi kolektif Gresik Phonska Plus akan terus bertahan hingga akhir, ataukah ketajaman individu Neriman Ozsoy dan ledakan Megawati di putaran kedua akan mengubah drastis susunan akhir empat besar?

Publik voli tanah air kini menanti pembuktian tersebut di lapangan. Yang pasti, laga-laga mesti terus menjunjung tinggi sportivitas dan integritas. (*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi


No More Posts Available.

No more pages to load.