KabarBaik.co- Final dini Super League 2025/2026 akan tersaji di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sore ini (11/1), kick off pukul 15.30 WIB. Persib Bandung dan Persija Jakarta bentrok dalam laga ”hidup-mati” penentu juara paruh musim. Pertandingan pekan terakhir putaran pertama ini menjadi panggung dramatis. Sebab, kedua rival tersebut sama-sama mengoleksi 35 poin.
Kalkulasinya sangat krusial. Siapa pun yang keluar sebagai pemenang laga akan meroket ke puncak klasemen dengan 38 poin, merebut takhta dari Borneo FC yang saat ini memimpin dengan 37 poin. Sebaliknya, hasil imbang hanya akan menjadi kerugian bagi keduanya sekaligus memberikan “hadiah” bagi tim Pesut Etam untuk tetap nyaman di posisi puncak saat jeda musim dimulai.
Pertarungan tersebut kian panas karena melibatkan dua basis suporter terbesar. Jakmina dan Bobotoh, sejauh ini masih membuktikan diri dengan mencatatkan jumlah kehadiran penonton di stadion terbanyak kesatu dan kedua sepanjang musim ini. Meski regulasi suporter tamu masih menjadi tantangan, tekanan dari puluhan ribu pasang mata di GBLA akan menjadi pemain ke-12 yang sangat menentukan bagi mentalitas pemain di lapangan.
Rekam jejak head-to-head dalam lima pertemuan terakhir di liga resmi menunjukkan betapa sengitnya persaingan. Kedua tim berbagi dua kemenangan dan satu hasil imbang, di mana margin gol tidak pernah lebih dari dua angka. Persib menang dalam duel kandang terakhir mereka, namun Persija memiliki catatan apik dalam mencuri poin di laga-laga tandang krusial.
Melihat kedalaman skuad, kedua tim telah berevolusi menjadi kekuatan mengerikan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Persib di bawah asuhan Bojan Hodak semakin solid dengan kehadiran metronom lini tengah sekelas Thom Haye yang bersanding dengan Marc Klok, menciptakan poros ganda cerdas. Di lini pertahanan, ada Julio Cesar, Patricio Matricardi, dan Eliano Reijnders, menjadi alasan mengapa Maung Bandung sulit ditembus.
Sementara itu, Persija tak kalah mentereng dengan kematangan Rizky Ridho, Thales Lira, dan Jordi Amat, di belakang, serta kreativitas Bruno Tubarao, Van Basty Sousa, Hanif Sjahbandi, dan Doni Tri yang menyokong ketajaman Allano Lima dan Maxwell . Persija datang dengan status lini serang paling produktif, menantang Persib yang memegang predikat pertahanan paling kokoh.
Rekam jejak lima laga terakhir menunjukkan grafik yang nyaris sempurna bagi kedua tim. Persija menyapu empat kemenangan, sementara Persib mencatatkan tren tak terkalahkan di kandang. Karena itu, prediksi starting XI sore ini diperkirakan akan sangat kompetitif.
Berdasarkan data probabilitas, faktor tuan rumah memberikan keuntungan tipis bagi Persib dengan peluang menang 38 persen, berbanding 32 persen untuk kemenangan Persija, dan 30 persen laga berakhir seri.
Dengan mempertimbangkan disiplin taktik kedua pelatih dan fanatisme suporter yang meluap, prediksi skor cenderung berakhir imbang 1-1 atau kemenangan tipis 2-1 bagi salah satu tim melalui skema bola mati atau transisi cepat.
Yang jelas, final dini di pemungkas paruh musim ini bukan sekadar tentang tiga poin. Namun, tentang siapa yang paling layak menggenggam kehormatan di puncak klasemen sebelum paruh musim ditutup secara resmi. Apakah Persib sebagai petahana? Atau Persija Jakarta yang haus akan prestasi?
Lagai Persib vs Persija kali ini juga akan banyak mempengaruhi peta jalan persaingan di papan atas. Terutama Persebaya Surabaya di bawah pelatih baru Bernardo Tavares. Saat ini, Green Force harus puas meutup paruh musim di peringkat ke-7 dengan 28 poin. (*)
Prediksi Starting XI Persib Bandung vs Persija Jakarta
Persib Bandung (4-2-3-1): Teja Paku Alam, Kakang Rudianto, Julio Cesar, Patricio Matricardi, Eliano Reijnders, Marc Klok, Thom Haye, Frans Putros, Uilliam Barros, Ramon Tanque, Berguinho.
Persija Jakarta (3-4-3): Carlos Eduardo, Rizky Ridho, Thales Lira, Jordi Amat, Bruno Tubarao, Van Basty Sousa, Hanif Sjahbandi, Doni Tri, Allano Lima, Eksel Runtukahu, Maxwell.






