KabarBaik.co – Program Inpres Jalan Daerah (IJD) Preservasi Jalan Made–Plembon resmi tuntas dan mulai beroperasi. Jalan sepanjang 2,45 kilometer itu diresmikan pada Jumat (9/1) oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, didampingi Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara, Dandim 0812 Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, serta PPK 4.5 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali Arfiyan Yanuardi.
Pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah, yang bertujuan mempercepat peningkatan konektivitas antarwilayah. Program ini diharapkan mampu menopang swasembada pangan dan energi, memperlancar distribusi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mempercepat pemerataan pembangunan di daerah.
Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar infrastruktur jalan dapat terus dibenahi secara berkelanjutan dan merata.
“Preservasi jalan ini diharapkan memberikan manfaat besar, khususnya bagi sektor pertanian dan transportasi. Jalan Made–Plembon juga dilalui TransJatim, sehingga perannya sangat strategis. Infrastruktur selalu berkembang dan kita terus berupaya agar semuanya berjalan optimal. Mudah-mudahan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Lamongan,” ujar Pak Yes.
Sementara itu, PPK 4.5 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali Arfiyan Yanuardi, menjelaskan bahwa proyek preservasi ini dikerjakan dengan waktu kontrak relatif singkat, yakni 55 hari. Jalan sepanjang 2,45 kilometer tersebut dibangun dengan anggaran sekitar Rp28 miliar.
Arfiyan menambahkan, ruas Made–Plembon sebenarnya masih membutuhkan penanganan lanjutan. Dari total kebutuhan sekitar 5,3 kilometer, dukungan APBN saat ini baru mampu merealisasikan 2,45 kilometer.
“Masih ada sekitar 2 kilometer yang kondisinya perlu penanganan lebih lanjut. Harapannya, ruas Made–Plembon–Sugio yang merupakan kawasan lumbung padi ini dapat diusulkan kelanjutannya. Kami berharap hasil proyek ini dapat dijaga bersama dan benar-benar berfungsi meningkatkan konektivitas, khususnya di wilayah penopang lumbung padi nasional,” pungkasnya.(*)







