KabarBaik.co, Malang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dipastikan akan menghadiri Mujahadah Kubro dalam rangka Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 7-8 Februari 2026. Kepastian tersebut dikonfirmasi langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Kamis (5/2).
Selain Presiden, sejumlah tokoh nasional juga dijadwalkan hadir. Seperti para menteri, jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), serta Pengurus Wilayah NU (PWNU). “Insya Allah sampai hari ini Pak Presiden terkonfirmasi hadir. Kemudian ada juga tokoh-tokoh nasional seperti menteri, dari PBNU dan PWNU,” ujar Wahyu saat ditemui di salah satu hotel Kota Malang.
Wahyu menyampaikan, Pemerintah Kota Malang sebagai panitia lokal bersama PWNU dan Forkopimda telah melakukan pengecekan langsung kesiapan kegiatan, termasuk antisipasi kedatangan Presiden dan lonjakan jemaah yang diperkirakan mencapai 100 ribu orang. Sebagai langkah antisipasi, panitia menyiapkan rekayasa lalu lintas, pemetaan titik parkir dan drop zone, serta penentuan lokasi maktab jemaah.
Bahkan banner permohonan maaf kepada masyarakat dipasang di sejumlah titik karena potensi kemacetan total selama acara berlangsung. “Kami sengaja memasang banyak banner permohonan maaf karena kegiatan ini berpotensi menimbulkan kemacetan. Kami juga mengimbau masyarakat yang biasanya berkunjung ke Kota Malang pada pekan terakhir untuk mempertimbangkan alternatif ke Kota Batu atau Kabupaten Malang,” jelas Wahyu.
Menurut Wahyu, pengaturan jam kedatangan jemaah telah disusun untuk mencegah penumpukan di dalam kota. Titik-titik rawan kemacetan juga telah dipetakan agar jemaah dapat langsung diarahkan menuju zonasi maktab masing-masing.
“Kami sudah mengatur jam kedatangan agar tidak terjadi penumpukan. Koordinasi dengan kementerian, TNI-Polri, sekolah keagamaan, dan perguruan tinggi sudah dilakukan. Persiapan pada prinsipnya sudah siap,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila Presiden Prabowo hadir, maka pengamanan utama akan berada di bawah komando Komandan Korem (Danrem) sebagai penanggung jawab. “Kalau ada Bapak Presiden, penanggung jawab pengamanan adalah Danrem. Itu sudah kami siapkan dan komunikasikan,” tegas Wahyu.
Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengatakan, pihak kepolisian menyiapkan pengamanan terpadu dengan melibatkan lebih dari 4.000 personel gabungan dari berbagai instansi. “Pengamanan kita siapkan dari berbagai instansi. Saat ini sudah lebih dari 4.000 personel dan masih bisa bertambah. Besok akan ada rapat finalisasi yang dipimpin Pak Danrem,” kata Putu.
Ia menegaskan, jalur yang akan dilalui rombongan Presiden tidak dibuka untuk umum dan akan mendapatkan pengamanan khusus. “Jalur yang dilalui Presiden tidak dibuka untuk umum. Kami siapkan jalur utama dan jalur alternatif dengan pengamanan ekstra,” tandasnya. (*)






