Prestasi SPBE Banyuwangi Jadi Tema Disertasi Pejabat Kemenpan RB

oleh -8 Dilihat
IMG 20250430 WA0008
Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kemenpan RB Nanik Murwati usai menjalani sidang doktoral.

KabarBaik.co – Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kemenpan RB Nanik Murwati melakukan penelitian disertasi untuk meraih gelar doktoral pascasarjana Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN).

Topik yang diangkat adalah Prestasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam meraih indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tertinggi di level pemerintahan daerah yang diraih tahun lalu.

Dalam sidang terbuka doktoralnya di pascasarjana Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN), Selasa (29/4), Nanik memaparkan rahasia sukses Banyuwangi. Dari hasil penelitiannya, Banyuwangi mampu menerapkan 5P dengan baik.

“Kenapa Banyuwangi ini memiliki indeks SPBE yang baik? Karena mampu menjalankan 5P dengan sangat baik,” ungkapnya di tengah sidang yang dipimpin oleh Rektor IPDN, Dr. H. Suhajar Diantoro, M.Si.

Lima P tersebut, papar Nanik, mulai dari penyiapan infrastruktur, perangkat digital, partisipasi (keterlibatan masyarakat), personil (penguatan kapasitas birokrasi), hingga partnership (melibatkan berbagai institusi lain).

“Kelima hal tersebut dapat berjalan dengan baik karena didukung dengan komitmen pemimpinnya yang kuat, sehingga bisa berjalan dengan baik,” terangnya.

Komitmen pimpinan tersebut, imbuh Nanik, termanifestasi dalam regulasi hingga penganggaran. “Komitmen mewujudkan pemerintahan digital itu ada di RPJMD. Begitu pula dengan komitmen anggaran yang diberikan. Ini yang mempengaruhi kesuksesan SPBE di Banyuwangi karena komitmen dari Bupatinya,” sebutnya.

Lebih dari itu, riset Nanik tersebut menjadi acuan penting dalam mewujudkan pemerataan indeks SPBE di Indonesia. Saat ini, indeks SPBE yang baik baru di level kementerian/ lembaga dan Pemerintah Provinsi. Hal tersebut perlu didiseminasi ke tingkat Pemerintah Kabupaten/ Kota yang merupakan ujung tombak pelayanan.

“Saya kira succes history Banyuwangi ini, perlu menjadi benchmark bagi kabupaten/ kota lainnya yang ingin meningkatkan indeks SPBE sebagai sebuah masa depan pelayanan publik,” tegasnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang diundang khusus dalam sidang terbuka itu mengapresiasi hasil riset doktoralnya tersebut. “Apa yang diungkapkan oleh Bu Nanik ini menjadi penyemangat bagi kami. Tentu, ini juga menjadi input penting untuk terus berinovasi dan memberikan kinerja terbaik kami, khususnya penguatan digitalisasi pelayanan publik,” ungkapnya.

Perlu diketahui, pada 2024 lalu, indeks SPBE Banyuwangi sebesar 4,50 dari skala 5 atau yang tertinggi untuk kategori kabupaten seluruh Indonesia. Penilaian SPBE terdiri atas 47 indikator yang membentuk ekosistem digital di suatu instansi. Hal tersebut diganjar penghargaan yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo kala itu.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.