Produksi Ikan Budidaya Blitar Terus Menguat, Per Tahun Tembus 17.736 Ton

oleh -117 Dilihat
Budidaya ikan di Kabupaten Blitar. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Blitar – Sektor perikanan budidaya di Kabupaten Blitar menunjukkan kinerja positif sepanjang 2025. Produksi ikan konsumsi tercatat mencapai 17.736 ton atau meningkat 435 ton dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 17.301 ton.

Capaian tersebut menegaskan peran perikanan budidaya sebagai salah satu penopang ketahanan pangan dan ekonomi daerah.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar Heri Widiatmoko, mengatakan peningkatan produksi tidak lepas dari peran aktif para pembudidaya serta pendampingan yang dilakukan pemerintah daerah.

Komoditas ikan konsumsi seperti lele, nila, gurami, dan patin masih menjadi andalan utama di Kabupaten Blitar.

“Secara umum produksi ikan konsumsi di Blitar relatif stabil dan cenderung meningkat. Ini menunjukkan bahwa sektor budidaya ikan masih memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan,” ujar Heri, Sabtu (7/2).

Ia menjelaskan, kualitas lingkungan perairan menjadi faktor krusial dalam keberhasilan budidaya. Menurutnya, pengelolaan kualitas air, mulai dari suhu, pH, oksigen terlarut, hingga kandungan amonia dan nitrit, harus diperhatikan secara serius agar produktivitas kolam tetap optimal.

“Kontinuitas sumber air yang bersih dan tidak tercemar sangat menentukan hasil budidaya. Jika kualitas air menurun, pertumbuhan ikan juga akan terganggu,” jelasnya.

Selain itu, Heri menekankan pentingnya penggunaan benih unggul yang berasal dari hatchery terpercaya serta pengaturan padat tebar yang sesuai. Langkah tersebut dinilai mampu menekan risiko penyakit sekaligus meningkatkan hasil panen.

Di sisi lain, ia tidak menutup kemungkinann masih adanya kendala yang dihadapi pembudidaya, terutama tingginya harga pakan yang belum sebanding dengan harga jual ikan. Kondisi tersebut berpengaruh langsung terhadap biaya produksi dan keuntungan pembudidaya.

“Harga pakan masih menjadi tantangan utama di lapangan. Selain itu, kami juga menemukan keterbatasan SDM pembudidaya, ketersediaan benih unggul, serta penurunan kualitas air di beberapa lokasi,” ungkapnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disnakkan Kabupaten Blitar terus mendorong penerapan manajemen budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan, termasuk pemanfaatan teknologi serta peningkatan kapasitas pembudidaya melalui pendampingan teknis.

“Kami berharap melalui inovasi dan pendampingan berkelanjutan, produksi ikan konsumsi di Kabupaten Blitar bisa terus meningkat dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkas Heri.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.