Produksi Padi Kota Batu Tahun Lalu Menurun Meski Luas Panen Naik

oleh -56 Dilihat
IMG 20260115 WA0013
Panen gabah beberapa waktu lalu di Kota Batu. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Produksi padi di Kota Batu sepanjang 2025 tercatat mengalami penurunan meskipun luas panen justru meningkat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu menunjukkan kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya stok beras untuk konsumsi masyarakat.

Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuwono Effendi mengatakan, di wilayahnya terdapat sekitar 150 hektare lahan padi yang tersebar di empat dusun. Dalam kondisi normal, produktivitas padi dapat mencapai rata-rata 8 ton gabah per hektare setiap kali panen.

“Luas lahan tidak berkurang dan hasil panen relatif sama seperti tahun lalu. Biasanya panen dua kali setahun, tetapi saat ini kami upayakan bisa panen tiga kali dalam setahun untuk mencukupi kebutuhan padi,” ujar Tri, Kamis (15/1).

Panen terakhir di Desa Pendem berlangsung pada Oktober 2025. Saat ini petani mulai kembali mengolah lahan memasuki musim tanam Januari 2026. Panen raya diperkirakan akan terjadi pada Mei hingga Juni 2026. Adapun varietas padi yang ditanam meliputi padi Mbramo, padi 805, dan padi Lampung.

Dari hasil panen, setiap satu kuintal gabah rata-rata menghasilkan sekitar 55 kilogram beras. Menurut Tri, hingga kini tidak ada kendala berarti baik dari sisi cuaca maupun serangan hama karena pengendalian dilakukan sejak awal melalui pendampingan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan kelompok tani.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Batu, Herlina Prasetyowati Sambodo, menyebut luas panen padi di Kota Batu pada 2025 diperkirakan mencapai 553,28 hektare. Angka tersebut meningkat sekitar 50,04 hektare atau 9,94 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 503,25 hektare.

Namun, peningkatan luas panen tersebut tidak berbanding lurus dengan hasil produksi. Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) pada 2025 diperkirakan hanya mencapai 3.410,09 ton, turun 249,32 ton atau 6,81 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jika dikonversikan menjadi beras, produksi tahun 2025 diperkirakan sebesar 1.969,04 ton, berkurang 143,99 ton dibandingkan produksi 2024,” jelas Herlina.

Penurunan produksi paling signifikan terjadi pada periode Januari hingga September 2025, yang tercatat merosot hingga 23,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bahkan, pada Maret dan September 2025, BPS mencatat tidak ada produksi beras di Kota Batu.

Meski demikian, BPS masih melihat potensi panen pada Oktober hingga Desember 2025. Luas panen pada periode tersebut diperkirakan sekitar 145 hektare dengan potensi produksi gabah sekitar 1.293,27 ton GKP yang saat ini masih dalam proses penghitungan.

BPS mencatat, perhitungan data produksi padi dilakukan menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA) berbasis citra satelit untuk memantau fase pertumbuhan tanaman padi. Tantangan ke depan, peningkatan produktivitas per hektare masih menjadi pekerjaan rumah agar kenaikan luas panen dapat diikuti dengan peningkatan hasil produksi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.