KabarBaik.co – Sekolah Progresif Bumi Shalawat kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi unggul melalui gelaran tahunan Progresif Festival (ProFest) yang diselenggarakan di gedung dan halaman SMP Progresif Bumi Shalawat, Sabtu (10/1).
Mengusung semangat inovasi masa depan, ajang ini menghadirkan Olimpiade Mata Pelajaran, lomba non-olimpiade, hingga kompetisi STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) yang diikuti lebih dari seribu pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.
ProFest merupakan ajang kompetisi tingkat nasional yang dirancang sebagai ruang pengembangan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah melalui pendekatan interdisipliner. Tahun ini menjadi istimewa karena unsur STEAM dihadirkan sebagai kategori lomba tersendiri, melengkapi kompetisi akademik yang sudah ada.
Ketua Panitia ProFest, Serman Prayogi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program tahunan Sekolah Progresif Bumi Shalawat yang konsisten diselenggarakan setiap tahun, dengan puncak acara berlangsung hari ini.
“ProFest ini adalah agenda tahunan kami. Pendaftaran sudah dibuka sejak Oktober, kemudian melalui beberapa tahapan seleksi mulai dari elimination round, semifinal, hingga final. Hari ini merupakan puncak kegiatan sekaligus pelaksanaan semifinal dan final,” ujar Yogi.
Dalam ProFest, panitia menghadirkan beragam kategori lomba. Untuk kategori olimpiade, peserta berkompetisi dalam Olimpiade Matematika, Bahasa Indonesia, IPAS, dan Bahasa Inggris. Sementara pada kategori non-olimpiade, terdapat lomba English Speech, English Storytelling, membaca puisi, serta mendongeng.
Yang membedakan ProFest tahun ini dari tahun-tahun sebelumnya adalah kehadiran lomba STEAM. Jika sebelumnya hanya terdapat lomba olimpiade dan non-olimpiade, kini ProFest melangkah lebih progresif dengan menghadirkan tiga jenis lomba STEAM, yakni Roket Air, Kincir Elektromagnetik, dan Coding.
“STEAM ini meliputi sains, teknologi, engineering, dan matematika. Kami ingin anak-anak tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga mampu menerapkan ilmunya dalam bentuk karya dan solusi nyata,” tambahnya.
Total peserta ProFest tercatat sebanyak 2200 pelajar dari seluruh Indonesia. Bahkan, peserta terjauh berasal dari Bukittinggi, Sumatera Barat, meski tidak berhasil lolos hingga babak semifinal. Antusiasme peserta dan pendamping terlihat sejak dini hari, dengan beberapa rombongan datang sejak pukul 03.00 WIB dari daerah seperti Jember.
Pihak sekolah pun memberikan fasilitas bagi peserta luar daerah untuk beristirahat sementara di asrama maupun masjid lingkungan sekolah. Selain kompetisi, suasana festival semakin semarak dengan kehadiran bazar UMKM dan penampilan seni santri yang edukatif dan inspiratif.
Dalam ajang ini, panitia menyiapkan apresiasi bagi para juara. Juara pertama mendapatkan uang tunai Rp 1 juta, beasiswa pendidikan senilai Rp 30 juta bagi yang melanjutkan sekolah di Bumi Shalawat, serta bebas biaya formulir pendaftaran SMP Bumi Shalawat.
Juara kedua memperoleh uang tunai Rp750 ribu dan beasiswa Rp 20 juta, sementara juara ketiga mendapatkan Rp 500 ribu dan beasiswa Rp 10 juta. Seluruh pemenang juga menerima sertifikat, trofi, medali, dan papan juara.
Menariknya, ProFest terbuka untuk semua kalangan tanpa memandang latar belakang agama.
“Kami tidak membatasi peserta harus muslim. Non-muslim juga kami persilakan untuk mendaftar dan berkompetisi,” tegas Yogi.
Melalui ProFest, Sekolah Progresif Bumi Shalawat kembali menegaskan bahwa lingkungan pesantren dan sekolah Islam mampu menjadi ruang lahirnya inovator-inovator muda yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan zaman. (*)








