Proliga 2026: Laga Penebusan, Menanti Tuah Kota Gresik

oleh -4 Dilihat
SUPORTER GPPI2
MENGUNING: Pendukung Gresik Phinska Plus Pupuk Indonesia di Proliga 2026. (Foto GPPI)

DALAM tiga musim terakhir, GOR Tri Dharma Gresik seperti kehilangan magis bagi sang tuan rumah. Arena yang seharusnya menjadi benteng, berubah menjadi ruang sunyi di akhir laga. Tidak lagi angker. Gresik Phonska Plus (GPPI) justru berkali-kali tumbang saat menjamu tamu Proliga. Ribuan pendukung yang menguningkan tribun, satu per satu terdiam. Sedih, sekaligus kecewa. Asa runtuh di rumah sendiri,  Sebab, performa tim kesayangan tak pernah benar-benar meyakinkan saat bermain di hadapan publiknya.

Luka itu bermula pada Proliga 2023. Bandung BJB Tandamata datang ke Gresik dan pulang membawa kemenangan. Bahkan dua kali. Babak reguler dan final four menjadi saksi bagaimana Gresik Phonska Plus, yang kala itu membidik gelar juara dengan skuad mumpuni, tetap tak berdaya. Hani Budiarti, opposite timnas, sudah ada di lapangan. Dukungan The Bulls menggelegar. Namun hasil tak berpihak. Gresik terdiam, sementara mimpi juara mulai retak.

Alih-alih membaik, musim berikutnya justru menjadi mimpi buruk. Proliga 2024 menghadirkan dua raksasa ke Gresik: Jakarta BIN dan Popsivo Polwan. GOR Tri Dharma penuh sesak. Bahkan, meluber. Namun gemuruh itu kembali tak cukup. Gresik Phonska Plus dipukul telak, 1–3 dari Jakarta BIN. Kemudian, disapu bersih 0–3 oleh Popsivo Polwan. Bukan sekadar kalah, tim kebanggaan Jatim ini bahkan gagal memetik satu poin pun di kandang sendiri. Benteng runtuh, seperti tanpa perlawanan berarti.

Musim kemarin, rasa perih itu kembali disayat lebih dalam. Kali ini, bukan oleh tim mapan, melainkan oleh debutan Proliga, Jakarta Livin Mandiri. Ironis. Gresik Phonska Plus yang dijagokan, justru tersungkur lewat comeback menyakitkan. Sorak-sorai yang semula membuncah berubah menjadi antiklimaks. Kecewa. Karena yang kalah bukan hanya skor, tapi juga harga diri di hadapan pendukung sendiri.

Baca Juga: Proliga 2026: Fight, Fair, dan Profesional di Setiap Laga

Padahal, saat itu skuad Gresik Phonska Plus terbilang mewah. Kerja sama dengan Surabaya Bank Jatim menyatukan dua kekuatan besar Livoli. Kita tahu, sebelum Gresik Phonska Plus mencatat hattrick juara Livoli, Surabaya Bank Jatim—di era Megawati Hangestri—adalah penguasa kompetisi tersebut. Perpaduan ini diharapkan menjadi simbol supremasi voli Jawa Timur di Proliga. Namun realita berkata lain. Arneta Putri, Medi Yoku, Yulis Indah, dan rekan-rekan pulang dengan kepala tertunduk. Ribuan pasang mata di Gresik kembali menelan kekecewaan.

Kini, kesempatan itu datang lagi.

Mulai esok (29/1), seri Gresik kembali bergulir. GOR Tri Dharma kembali menjadi panggung Proliga 2026. Dua laga akan dilakoni Gresik Phonska Plus melawan Livin Mandiri dan Medan Falcons. Lawan yang sama seperti musim lalu. Namun, ceritanya berbeda. Kali ini, Gresik Phonska Plus datang bukan sebagai tim yang ragu, melainkan pemimpin klasemen. Sapu bersih kemenangan sudah diraih. Poin penuh dikantongi. Juara putaran pertama siap dirayakan di hadapan publik sendiri.

Baca Juga: Empat S dalam Hidup Daconi Khotob, Nahkoda Baru PT Petrokimia Gresik

Secara klasemen, hasil melawan Livin Mandiri memang tak lagi menentukan. Posisi puncak sudah terkunci. Namun, maknanya jauh lebih besar dari sekadar angka. Kemenangan di Gresik adalah soal memutus kutukan. Harga diri, mengobati luka. Tentang menutup luka lama. Tentang membuktikan bahwa GOR Tri Dharma belum kehilangan rohnya. Bahwa rumah ini masih milik Gresik, dan Jawa Timur.

Namun, jalan menuju penebusan bisa jadi tak akan mudah. Livin Mandiri datang membawa semangat bangkit. Meski terseok di papan bawah, mereka baru saja mengguncang publik voli tanah air dengan menumbangkan Popsivo Polwan di seri Bandung. Tim besutan Coach Danai, pelatih timnas putri Thailand, jelas bukan lawan remeh. Materi pemainnya pun sarat kualitas: Salsabila Dara, Syelomita, Naisya Pratama, hingga Yolla Yuliana. Mereka datang dengan satu misi, mencuri harapan demi menjaga peluang ke final four.

Baca Juga Tiket Proliga 2026 Seri Gresik! Hari Ini Dibuka, Simak Harga, Jadwal, dan Ketentuan:

Dan di titik inilah, publik Gresik dan Jatim menunggu.

Sudah terlalu lama kota ini merindukan rasa bangga di level tertinggi. Sejak kejayaan Gresik di sepak bola melalui Petrokimia Putra meredup, nyaris tak ada lagi entitas yang berdiri di puncak kompetisi mayor nasional. Nah, Proliga 2026 menawarkan peluang itu. Kesempatan untuk menyatukan kembali kebanggaan, sorak, dan keyakinan.

Semoga musim ini, Gresik Phonska Plus bukan hanya memimpin klasemen, melainkan juga menaklukkan rumahnya sendiri. Lalu, asa publik untuk mengawinkan gelar Livoli serta Proliga terjadi. (*)

Penulis; Faiz Abdalla, penikmat bola voli tinggal di Panceng, Kabupaten Gresik. 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.