KabarBaik.co, Sidoarjo – Ledakan keras yang terjadi di PT Great Wall Steel (GWS), Senin (6/4) siang, menyebabkan kerusakan ringan pada sejumlah rumah warga di sekitar pabrik. Salah satunya di perumahan Pepe Wedoro Regency, yaitu rumah milik Mohammad Nur Kolis, 60, yang terkena serpihan besi melesat hingga menembus genting dan membuat plafon jebol dengan lebar sekitar 10 sentimeter.
Pihak manajemen perusahaan menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh atas kerusakan tersebut. Perusahaan telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk mempermudah proses pendataan rumah terdampak. Warga diminta melaporkan kondisi rumahnya agar data kerusakan bisa dikumpulkan secara resmi.
Herry Prasetyo, HRD GA PT GWS. Menjelaskan Langkah pertanggungjawaban perusahaan dilakukan melalui beberapa tahap. Pertama, koordinasi dengan pemerintah desa agar warga yang terdampak dapat melaporkan kondisi rumahnya secara resmi. Kedua, proses identifikasi, di mana aparat desa diminta mendata dan menilai tingkat kerusakan yang dialami setiap rumah.
“Kami akan bertanggung jawab terhadap kerusakan rumah warga akibat ledakan ini. Data kerusakan akan kami tampung dan proses secepat mungkin bersama pemerintah desa setempat,” ujarnya pada awak media Selasa (7/4).
Selain itu, pihak manajemen berencana menurunkan perwakilan langsung ke lokasi pemukiman untuk meninjau dampak ledakan, agar langkah perbaikan bisa tepat sasaran dan warga segera mendapatkan penanganan.
Terkait penyebab ledakan, pihak perusahaan menduga kejadian berawal dari aktivitas pemotongan besi tua berbentuk drum di area terbuka (scrap yard). Pemotongan manual ini dilakukan karena dimensi material dari supplier seringkali terlalu besar untuk langsung masuk ke mesin peleburan.
“Kami juga akan memastikan evaluasi operasional agar insiden serupa tidak terulang dan keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama,” tambah Herry.
Selain fokus pada perbaikan rumah warga, perusahaan juga tengah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani korban insiden, termasuk koordinasi dengan penyedia jasa transportasi eksternal terkait status kenek sopir yang menjadi korban.
Warga sekitar diimbau untuk melaporkan kerusakan rumah atau fasilitas lainnya agar perusahaan dapat segera memproses kompensasi dengan tepat. (*)







