PTPN–SGN Dukung Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Kabupaten Bone

oleh -107 Dilihat
SGN kini turut ambil bagian dalam groundbreaking program hilirisasi ayam terintegrasi yang digelar di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. (Foto: Dani)

KabarBaik.co, Bone – Subholding PTPN III (Persero), PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), kembali menunjukkan dukungannya terhadap program ketahanan pangan nasional. Setelah sebelumnya terlibat dalam pengembangan kawasan terintegrasi di Banyuwangi, SGN kini turut ambil bagian dalam groundbreaking program hilirisasi ayam terintegrasi yang digelar di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Program pembangunan Integrated Poultry tersebut berlokasi di Kebun Dekko, Desa Mappasengka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi besar hilirisasi pangan nasional yang dilaksanakan secara serentak melalui dukungan pendanaan Danantara.

Kehadiran proyek ini diharapkan mampu memperkuat sektor peternakan nasional sekaligus mendukung ketahanan pangan Indonesia. Skema pengembangannya dirancang mencakup rantai produksi dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan pakan, budidaya ayam, hingga pengolahan hasil ternak secara modern dan terintegrasi.

Acara groundbreaking tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Asisten II Setda Provinsi Sulawesi Selatan Ir. H. Andi Darmawan Bintang yang mewakili Gubernur Sulsel, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Dr. Nasrullah, serta Bupati Bone H. A. Asman Sulaiman.

Turut hadir dalam kegiatan itu Direktur Manajemen Risiko PT SGN Muh. Faktur Rozi, Regional Head 8 PTPN I Misran, jajaran manajemen perusahaan, unsur Forkopimda, serta aparat kewilayahan di Kabupaten Bone.

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas hadirnya program tersebut. Menurutnya, proyek ini tidak hanya akan menjadi pusat produksi, tetapi juga pusat pembelajaran bagi masyarakat sekitar.

“Lebih jauh kami berharap program ini tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga pusat pembelajaran dan pengembangan kapasitas masyarakat. Generasi muda di Bone harus melihat bahwa sektor peternakan adalah sektor yang menjanjikan, modern, dan memiliki prospek masa depan yang cerah,” ujar Andi Asman, Minggu (8/2).

Kementerian Pertanian menilai, program hilirisasi ayam terintegrasi ini dapat menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan peternak. Dengan adanya integrasi rantai produksi, biaya operasional diharapkan dapat ditekan, pasokan nasional semakin kuat, dan pertumbuhan ekonomi daerah terdorong secara berkelanjutan.

Pendanaan melalui Danantara diproyeksikan menjadi bagian dari strategi besar hilirisasi pangan nasional yang melibatkan sinergi berbagai BUMN sektor pangan, di antaranya PTPN III (Persero) dan PT Berdikari.

Melalui keterlibatan aktif BUMN, pemerintah berharap dapat memberikan kepastian usaha bagi para peternak. Dukungan itu mencakup penyediaan bibit berkualitas, penguatan rantai pasok, hingga jaminan pemasaran hasil produksi. Skema ini diyakini mampu menciptakan tata niaga yang lebih berimbang dan berkeadilan.

Program hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Bone juga diproyeksikan menjadi model produksi peternakan modern dan berkelanjutan. Seluruh proses—mulai dari pembibitan, penyediaan pakan, budidaya, pengolahan, hingga distribusi—akan berjalan dalam satu sistem terpadu yang efisien.

Dengan hadirnya program ini, SGN dan PTPN Group kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kemandirian pangan nasional serta mendorong pembangunan ekonomi daerah melalui penguatan sektor peternakan terintegrasi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.