KabarBaik.co, Jombang – Puluhan biksu dari berbagai negara Asia Tenggara yang tergabung dalam gerakan Indonesia Walk for Peace 2026 tiba di Kabupaten Jombang, Senin (18/5). Kedatangan rombongan disambut hangat tokoh lintas agama dan etnis sebagai simbol kuatnya toleransi di Kota Santri.
Perwakilan Forum Komunikasi Masyarakat Jombang (FKMJ), Su’udi, mengatakan kehadiran para biksu membawa misi perdamaian internasional yang sejalan dengan nilai toleransi masyarakat Jombang.
“Tentu ini disambut dengan hangat oleh masyarakat Kabupaten Jombang yang sangat menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama,” kata Su’udi saat ditemui di lokasi penyambutan.
Selama berada di Jombang, para biksu dijadwalkan bermalam di Klenteng Jombang sebelum melanjutkan sejumlah agenda pada Selasa (19/5). Salah satu agenda utama adalah sarapan bersama dan penyambutan oleh Bupati Jombang Warsubi di Pendopo Kabupaten.
“Besok pagi jam 07.00 WIB, para biksu akan sarapan di pendopo kabupaten dan disambut langsung oleh Bupati Jombang,” ujarnya.
Setelah itu, rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Pondok Pesantren Tebuireng untuk berziarah ke makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. “Berikutnya sekitar jam 10.00 hingga 11.00 WIB, rombongan akan berziarah ke Makam Gus Dur di Tebuireng,” imbuhnya.
Menurut Su’udi, ziarah ke makam Gus Dur menjadi salah satu agenda penting dalam perjalanan spiritual tersebut. Gus Dur dikenal sebagai tokoh pluralisme dan toleransi yang dihormati lintas agama.
Usai dari Tebuireng, rombongan akan melanjutkan perjalanan ke wilayah selatan Jombang dan bermalam di Klenteng Gudo. Selanjutnya para biksu akan diserahterimakan kepada tim pendamping dari Kabupaten Nganjuk untuk meneruskan perjalanan menuju Jawa Tengah.
“Tentu pesan toleransi ini tidak lain adalah untuk menjaga kerukunan. Apapun perbedaan pandangan di luar sana, kerukunan di akar rumput harus tetap dibentuk dan dijalankan demi keamanan negara,” pungkasnya.
Diketahui, Indonesia Walk for Peace 2026 merupakan gerakan spiritual dan kemanusiaan internasional berupa aksi jalan kaki lintas provinsi yang diikuti puluhan biksu dari Thailand, Malaysia, Laos hingga Indonesia.
Kegiatan ini dimulai dari Brahmavihara-Arama, Buleleng, Bali, pada 9 Mei 2026 dan dijadwalkan berakhir di Candi Borobudur, Jawa Tengah, pada 28 Mei 2026 bertepatan dengan perayaan Waisak Nasional. (*)







