Puluhan Hektare Cabai di Nganjuk Terserang Hama Pathek, Kerugian Capai 60 Persen

oleh -286 Dilihat
4c1afeca b600 452c 8903 98a5b80d58c0
Dwinoto menunjukkan cabai yang diserang hama pathek (Agus Karyono)

KabarBaik.co – Puluhan hektar lahan pertanian cabai di Desa Jatigreges, Pace, Nganjuk, menghadapi masalah serius akibat serangan hama pathek yang terjadi selama satu bulan terakhir. Serangan hama tersebut menyebabkan kerugian hasil panen bagi para petani mencapai hingga 60 persen dari potensi produksi yang seharusnya diperoleh.

“Biasanya, setiap kali panen saya dapat menghasilkan antara Rp 20 hingga Rp 25 juta dari lahan ini,” jelas Dwinoto, Kamis (15/1)

Menurut Dwinoto, Hama pathek menyebar melalui hujan pada malam hari, meninggalkan ciri khas yang mudah dikenali pada buah cabe yaitu munculnya bintik-bintik hitam yang menyebar secara perlahan.

“Itu pengamatan kami selama ini, apabila satu buah cabai pada satu tanaman telah terinfeksi dan menunjukkan bintik hitam, maka dalam waktu kurang dari sehari semalam, seluruh buah cabai pada tanaman tersebut akan mengalami pembusukan secara menyeluruh,” ungkapnya

Sebelum kondisi memburuk hingga saat ini, para petani telah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan serangan hama. Mulai menggunakan berbagai jenis pestisida dan bahan pengendali hayati yang tersedia di pasaran. Namun, semua upaya tersebut tidak memberikan hasil yang diharapkan.

Hama pathek tetap mampu menyebar dan merusak tanaman cabe secara masif, sehingga akhirnya para petani terpaksa pasrah menerima kenyataan kerugian yang menimpa mereka.

“Biasanya, setiap kali panen saya dapat menghasilkan antara Rp 20 hingga Rp 25 juta dari lahan ini, namun pada musim panen kali ini, hasil yang saya peroleh hanya sekitar Rp 5 juta saja. Angka tersebut bahkan tidak cukup untuk menutupi biaya produksi yang telah dikeluarkan, mulai dari pembelian bibit, pupuk, hingga obat-obatan pertanian,”jelas Dwinoto yang menggarap lahan cabai seluas 1.000 meter persegi

Biaya produksi yang dikeluarkan Dwinoto untuk satu musim tanam kali ini mencapai kisaran Rp 8 juta, sehingga penghasilan yang diperoleh saat ini membuatnya mengalami kerugian sekitar Rp 3 juta.

Kondisi ini tidak hanya dialami oleh Dwinoto, namun juga dialami oleh puluhan petani cabe lainnya di Desa Jatigreges di mana total satu desa ada puluhan hektar sawah ditanami cabai.

Tak hanya mengungkapkan kerugian yang dialaminya, Dwinoto juga mengajukan permintaan bantuan kepada Pemkab Nganjuk dalam hal ini Dinas Pertanian agar segera melakukan langkah untuk mengatasi serangan hama tersebut

“Saya dan pastinya para petani di Jatigreges ini sangat mengharapkan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, agar diberikan bimbingan teknis yang jelas dan terarah, mengenai cara mengidentifikasi awal serangan hama, jenis pestisida atau metode pengendalian yang tepat untuk mengatasi hama pathek, serta langkah-langkah pencegahan agar serangan serupa tidak terulang di masa mendatang,” harap Dwinoto.

Hingga saat ini, pihak Dinas Pertanian Nganjuk belum berhasil dikonfirmasi terkait penyebaran hama pathek tersebut. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.