KabarBaik.co – Malam puncak hari jadi Kabupaten Pasuruan ke-1096 menjadi momentum dalam mengembalikan sejarah panjang dengan semangat penuh untuk masa depan. Semangat itu dimulai dengan Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo (Mas Rusdi) melaunching tagline ’Pasuruan Bangkit, Bersama Kita Bisa’.
Kegiatan tersebut ditandai dengan pemukulan gong bersama-sama oleh Bupati Rusdi dan Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih, dan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat, yang digelar di halaman kantor Bupati Pasuruan.
Dalam sambutannya Mas Rusdi mengatakan, tagline ’Pasuruan Bangkit, Bersama Kita Bisa’ bukan slogan tanpa makna, melainkan menjadi momentum untuk merefleksikan sejarah panjang yang mengusung semangat Pasuruan untuk menuju masa depan yang lebih baik.
Untuk kata ’Pasuruan Bangkit’ lebih menggambarkan tentang tekad masyarakat Pasuruan untuk bangkit setelah melewati berbagai tantangan. “Bangkit dari sisi sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Bangkit yang mengartikan gerakan maju tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal,” kata Mas Rusdi.
Begitu juga dengan ’Bersama Kita Bisa’ yang menegaskan bahwa kolaborasi seluruh elemen masyarakat dibutuhkan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera. “Kita percaya dengan sinergi dan kerjasama penthahelix antara pemerintah dan semua stakeholders pembangunan akan menciptakan ekosistem inovasi yang kuat dan kolaboratif,” imbuhnya.
Sedangkan, logo HUT Kabupaten Pasuruan 1096 yang memiliki simbol dan filosofi kuat yakni merepresentasikan kekayaan alam, budaya dan semangat masyarakat. Untuk angka 1 menyerupai candi melambangkan peradaban dan spiritualitas masa lalu. Candi menjadi simbol kejayaan budaya, nilai sejarah, serta identitas luhur masyarakat Pasuruan.
Sedangkan, angka 0 berbentuk sedap malam, menggambarkan identitas khas flora yang tumbuh subur di wilayah Pasuruan, serta melambangkan keindahan dan kesuburan alam. Angka 9 berbentuk gunung dan laut mencerminkan kondisi geografis Pasuruan yang memiliki kekayaan alam melimpah, mulai dari kawasan pegunungan hingga pesisir.
Serta angka 6 terinspirasi dari petani, menggambarkan jati diri masyarakat Pasuruan yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian. (*)






