KabarBaik.co – Arus lalu lintas menuju Kota Batu diprediksi mencapai puncak kepadatan pada akhir pekan ini, bertepatan dengan momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Polres Batu memastikan lonjakan kendaraan tertinggi akan terjadi pada Sabtu (27/12) dan Minggu (28/12), seiring meningkatnya arus wisatawan ke berbagai destinasi unggulan.
Perwira Pengendali Tim Urai Polres Batu, Ipda Agus Atang Wibowo, menyebut puncak kepadatan diperkirakan terjadi setelah lonjakan awal saat libur Natal. Akhir pekan dinilai menjadi titik paling padat karena bertepatan dengan hari libur dan tingginya minat masyarakat berwisata. “Puncak kepadatan arus lalu lintas kami prediksi terjadi pada Sabtu dan Minggu akhir pekan ini,” kata Atang, Jumat (26/12).
Menghadapi puncak kepadatan tersebut, Polres Batu telah menyiapkan skema pengaturan lalu lintas dan jalur alternatif untuk mengurai penumpukan kendaraan, khususnya dari arah Kota Malang dan Surabaya.
Dari arah Kota Malang, kendaraan akan diarahkan melalui jalur Areng-Areng menuju Simpang Lima (Proliman) sebelum masuk Kota Batu. Sementara itu, kendaraan dari arah Surabaya yang keluar Tol Singosari diarahkan melalui Simpang Tiga Pendem, dengan petunjuk jalur alternatif menuju kawasan Tugu Gentong hingga Predator Fun Park.
“Kami sudah menyiapkan personel dan rambu-rambu di lapangan agar saat puncak kepadatan, arus lalu lintas tetap mengalir,” ujarnya.
Polres Batu juga memetakan tujuh titik yang berpotensi mengalami kepadatan tertinggi selama puncak libur Nataru. Titik tersebut meliputi Exit Songgoriti, Simpang Tiga Bendo, Jalan Diponegoro, Simpang Tiga Arhanud, kawasan Alun-Alun Kota Batu, Simpang Tiga Suhat, serta kawasan wisata Santerra De Laponte.
Data kepolisian menunjukkan lonjakan kendaraan sudah terlihat sejak libur Natal, Kamis (25/12). Sejak pukul 07.00 WIB hingga siang hari, sekitar 6.000 kendaraan tercatat memasuki Kota Batu, atau meningkat sekitar 150 persen dibandingkan hari normal.
Meski volume kendaraan meningkat tajam, kepolisian menilai kepadatan masih dapat dikendalikan. Kecepatan kendaraan rata-rata masih berada di kisaran 20 hingga 30 kilometer per jam. “Memang padat, tetapi kendaraan tidak berhenti total. Arus masuk masih bertahap setiap jam,” jelas Atang.
Ia menambahkan, perlambatan arus lalu lintas saat puncak kepadatan banyak dipicu aktivitas keluar masuk kendaraan di rumah makan dan pintu masuk objek wisata, terutama di sepanjang Jalan Ir Soekarno dan kawasan Jatim Park 3. “Arusnya merambat, bukan macet total. Biasanya karena kendaraan keluar masuk rumah makan dan objek wisata,” tandasnya. (*)







