KabarBaik.co – Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri melaporkan satu orang calon jemaah haji (CJH) meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi.
CJH itu adalah Muclishoh, 65 tahun yang berasal dari Desa Maesan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri yang tergabung dalam Kelompok Terbang (kloter) 73.
Ahmad Faiz, Kepala Kemenag Kabupaten Kediri mengatakan jika yang bersangkutan berangkat haji bersama suaminya yang bernama Malik.
Ahmad menyebut jika pada hari Senin (3/6), yang bersangkutan mulai merasakan capek dan lemas hingga puncaknya berlanjut pada keesokan harinya.
“Puncaknya kemarin itu sampai siang hari kemudian karena kelihatan sangat lemes dan pucat akhirnya dirujuk Ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah, kemudian karena kondisinya masih belum stabil setelah observasi juga masih belum ada perubahan akhirnya dirujuk ke rumah sakit An Nur Makkah,” ucapnya Rabu (5/6) melalui telefon selulernya.
Lalu pada hari Selasa (4/6) sebelum Maghrib, sekira pukul 18.00 waktu Makkah yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia. Diketahui jika berdasarkan informasi sang suami, Muclishoh rupanya memiliki riwayat sakit kanker rahim.
“Informasi dari suami, ternyata beliau itu ada kanker rahim yang sebelumnya sudah terdeteksi sebelum keberangkatan. Tapi karena beliau akan berangkat melaksanakan ibadah haji, kemudian rencana untuk melakukan kemoterapi itu kemudian dipending oleh keluarga,” tambahnya.
Meski begitu, almarhumah sebelumnya secara rutin mendapatkan penanganan terkait pengecekan kesehatan hingga didampingi oleh dokter dan perawat yang selalu memberikan pelayanan all out 24 jam setiap hari.
Ahmad juga berharap agar para jamaah tetap menjaga kesehatan dan kondisi hingga beraktivitas secukupnya karena pelaksanaan ibadah haji masih berlangsung.
“Sehingga nanti ketika puncak pelaksanaan Haji pada tanggal 8-13 Juni akan bisa dilaksanakan dengan baik dan lancar dan tentu kami sangat berharap mudah-mudahan ini menjadikan jamaah semuanya menjadi haji yang mabrur,” tutupnya. (*)







