Putus Pertemanan Berujung Nyawa Siswa SMP Melayang

oleh -66 Dilihat
Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra saat memberikan keterangan kepada awak media di Cimahi (ANTARA/Ilham Nugraha)

KabarBaik.co, Cimahi – Polres Cimahi menangkap dua tersangka pelaku pembunuhan ZAAQ, 14, seorang pelajar SMP di kawasan bekas tempat wisata Kampung Gajah, Jalan Sersan Bajuri, Kabupaten Bandung Barat.

Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra di Cimahi, Minggu (15/2), mengatakan tersangka pelaku pembunuhan yang berusia di bawah umur tersebut diamankan di wilayah Kabupaten Garut.

“Terkait penemuan jasad di kawasan eks Kampung Gajah, pihak kepolisian telah mengamankan pelaku. Dua di antaranya diketahui masih berusia di bawah umur dan ditangkap di Garut,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan bahwa Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi menangkap dua pelaku berinisial YA, 16, dan AP, 17, di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut, pada Sabtu (14/2) malam.

Ia juga menambahkan pelaku sebelumnya sempat kabur ke Tasikmalaya, namun kemudian kembali lagi ke Garut.

Saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami motif pembunuhan terhadap korban ZAAQ, pelajar SMP Negeri 26 Kota Bandung.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi pembunuhan tersebut terjadi pada Senin (9/2) sore saat para pelaku sengaja mendatangi korban ke Bandung.

Kapolres juga menjelaskan bahwa terdapat jeda beberapa hari sebelum jasad korban ditemukan sebelum ditemukan oleh seorang saksi yang tengah melakukan siaran langsung di media sosial pada Jumat (13/2) malam.

“Korban dihabisi pada Senin sore oleh pelaku yang sengaja datang ke Bandung. Kemudian beberapa hari kemudian, jasad korban ini baru ditemukan saksi yang sedang siaran langsung media sosial pada Jumat malam,” tambahnya

Sebelumnya, ZAAQ dilaporkan menghilang sejak 9 Januari 2026 dan sempat beredar kabar bahwa korban menjadi korban penculikan, tetapi hasil penyelidikan mengungkap bahwa informasi tersebut merupakan rekayasa pelaku.

Pihak kepolisian menyebut ponsel korban sempat berada dalam penguasaan pelaku dan digunakan untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan terkait dugaan penculikan.

“Jadi informasi soal korban yang diculik ini sebetulnya buatan pelaku. Saat itu, ponsel korban ini dalam penguasaan pelaku. Intinya saat ini masih kami dalami dulu hal-hal lainnya,” jelasnya.

Untuk motif, Niko mengatakan pembunuhan ini berlatarbelakang karena pelaku sakit hati setelah korban memutus hubungan pertemanan.

Tersnagka YA mengaku dendam terhadap korban yang menyatakan menghentikan hubungan pertemanan yang telah terjalin sekitar tiga tahun.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku sakit hati karena korban memutus hubungan pertemanan mereka,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa tersangka YA menyusul korban ke Bandung dengan disertai niat untuk menghabisi korban. YA diantar oleh AP.

“Pelaku berangkat ke Bandung untuk menemui korban. Dari pengakuannya, memang sudah ada niat melakukan pembunuhan,” ujarnya.

Nico menyebut hubungan korban dan pelaku sebelumnya cukup dekat dan diketahui oleh keluarga korban karena keduanya sempat bersekolah di Garut sebelum korban pindah ke Bandung.

“Hubungan mereka seperti kakak dan adik. Walaupun korban sudah pindah ke Bandung, komunikasi masih berjalan,” katanya.

Menurut dia, keputusan korban untuk memutus hubungan pertemanan diduga menjadi pemicu utama tindakan kekerasan tersebut hingga berujung pada kematian korban. (ANTARA)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.