Ramadan Berkah, Produksi Gapit Griya Camilan Bojonegoro Naik Omzet Tembus Rp 35 Juta

oleh -55 Dilihat
IMG 20260225 WA0054 scaled
Pengepakan jajanan gapit di Griya Camilan Bojonegoro. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Bulan suci Ramadan membawa angin segar bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bojonegoro. Salah satu yang merasakan berkah tersebut adalah Griya Camilan, usaha rumahan yang berlokasi di Jalan Sunan Kalijaga Nomor 85, Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota.

Aroma manis kue yang dipanggang terasa begitu khas saat memasuki tempat produksi Griya Camilan. Di balik kehangatan tungku, tangan-tangan terampil sibuk menggulung adonan gapit yang masih panas. Ramadan kali ini membuat aktivitas produksi meningkat dibanding hari-hari biasa.

Gapit, jajanan tradisional yang telah dikenal sejak lama, menjadi primadona saat bulan puasa. Teksturnya yang renyah dengan cita rasa manis maupun gurih menjadikannya sajian favorit untuk berbuka puasa hingga suguhan khas Hari Raya.

Pemilik Griya Camilan, Safila Nur Auliya yang akrab disapa Afi, mengungkapkan bahwa permintaan gapit mengalami lonjakan signifikan selama Ramadan. “Kalau Ramadan memang pesanan naik. Banyak yang beli untuk camilan berbuka dan juga untuk persiapan Lebaran,” ujarnya.

Jika pada hari biasa produksi gapit gulung hanya sekitar 12 kilogram per hari, selama Ramadan meningkat menjadi 16 kilogram per hari. Sementara untuk varian gapit dolar atau rasa asin, produksi naik dari 3 kilogram menjadi 4 kilogram per hari.

Harga yang ditawarkan pun masih terjangkau untuk kualitas rumahan premium. Gapit gulung dijual Rp 85 ribu per kilogram, sedangkan gapit dolar dibanderol Rp 80 ribu per kilogram.

Tak hanya melayani pasar lokal Bojonegoro, pesanan Griya Camilan juga datang dari luar kota seperti Surabaya hingga Yogyakarta. Peningkatan permintaan tersebut berdampak langsung pada perolehan omzet. Selama Ramadan, Griya Camilan mampu meraih omzet hingga Rp 35 juta.

Meski terlihat sederhana, proses pembuatan gapit membutuhkan ketelatenan dan konsentrasi tinggi. Adonan harus dipanggang dengan tingkat kematangan yang pas sebelum digulung, agar tidak gosong dan tetap renyah. “Membuat gapit itu tidak sulit, tapi juga tidak mudah. Harus fokus supaya tidak gosong,” tambah Afi.

Di tengah lonjakan pesanan, Afi menegaskan bahwa kualitas tetap menjadi prioritas utama. Ia memastikan rasa, kerenyahan, dan kematangan kue tetap terjaga demi kepuasan pelanggan.

Afi berharap momentum Ramadan ini tidak hanya meningkatkan penjualan secara musiman, tetapi juga mampu memperluas pasar dan menarik pelanggan baru. Dengan mempertahankan cita rasa tradisional di tengah persaingan camilan modern, Griya Camilan optimistis gapit akan terus menjadi favorit di setiap momen kebersamaan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.