Ramah Lingkungan, SD Katolik Santo Yusup Sidoarjo Kreasikan Pohon Natal dari Ribuan Botol Bekas

oleh -222 Dilihat
37a5bacd 06b6 484e 98f7 1fc52447dcb8
Pohon Natal ramah lingkungan setinggi 3 meter hasil karya siswa SD Katolik Santo Yusup, Waru, Sidoarjo. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co – Perayaan Natal tahun 2025 di SD Katolik Santo Yusup, Desa Tropodo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, tahun ini tampil berbeda. Sekolah menghadirkan pohon Natal raksasa setinggi lebih dari tiga meter yang terbuat dari sekitar 2.000 botol plastik bekas.

Mengusung konsep Eco Christmas, pohon Natal unik tersebut berdiri kokoh di halaman sekolah dan langsung mencuri perhatian warga sekolah. Botol plastik bekas dicat hijau, digunting menyerupai daun, lalu dirangkai pada rangka galvalum dan kawat hingga membentuk pohon Natal megah.

Keindahan pohon Natal semakin lengkap dengan berbagai ornamen hasil karya siswa. Lonceng, boneka Sinterklas, bintang, hingga lampu warna-warni dibuat dari bahan bekas, menjadikan dekorasi ini tidak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat pesan kepedulian lingkungan.

Kepala SD Katolik Santo Yusup, Isidora Iva Handayani, mengatakan ide Eco Christmas tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap banyaknya sampah plastik sekali pakai yang kerap terbuang percuma.

“Selama ini kami prihatin melihat botol minuman bekas yang sering terbuang begitu saja. Dari situ muncul gagasan untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang bermakna, sekaligus mengajarkan anak-anak mencintai lingkungan sejak dini,” ujar Isidora, Senin (15/12).

Pengumpulan botol plastik dilakukan selama satu semester. Botol-botol tersebut berasal dari siswa dan lingkungan sekitar sekolah, kemudian dirangkai saat masa ujian tengah semester dengan waktu pengerjaan sekitar dua pekan.

Seluruh siswa terlibat dalam proses pembuatan sesuai jenjang kelas. Siswa kelas 4 hingga 6 mengolah botol plastik menjadi daun pohon Natal, sementara siswa kelas 1 hingga 3 membuat pernak-pernik dari berbagai bahan bekas.

Selain pohon Natal, sekolah juga menghadirkan gua Natal yang terbuat dari kertas semen bekas. Di dalamnya terdapat fragmen kelahiran Yesus Kristus yang dibuat dengan sentuhan seni hasil karya siswa dengan pendampingan guru.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa merayakan Natal tidak harus berlebihan, namun bisa dimaknai melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi sesama dan lingkungan,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.