KabarBaik.co, Nganjuk – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, mendorong para pemimpin dan aktivis gereja untuk terus memperkuat kapasitas kepemimpinan di tengah perubahan sosial yang bergerak cepat.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Pembinaan Kepemimpinan Gereja Kabupaten Nganjuk Tahun 2026 di GPdI Kabupaten Nganjuk, Selasa (5/8).
Politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Kang Marhaen ini menegaskan bahwa pembangunan daerah merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
Ia menilai komunitas keagamaan memiliki peran strategis yang tidak hanya terbatas pada kegiatan spiritual, tetapi juga penguatan sosial.
“Pembangunan daerah merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat, tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun ras,” tegas Kang Marhaen, Kamis (6/8).
Menurutnya, gereja perlu menjadi ruang inklusif bagi masyarakat untuk berdiskusi, menyampaikan aspirasi, sekaligus mendapatkan pendampingan.
Oleh karena itu, para pemimpin gereja dituntut untuk peka dan memahami kondisi sosial jemaat yang terus berkembang secara dinamis.
Perubahan karakter antar-generasi juga menjadi sorotan penting Bupati Nganjuk agar pola kepemimpinan masa lalu tidak lagi diterpakan secara kaku.
“Pemimpin gereja harus menyimak dan mendengarkan, karena saat ini kebutuhan masyarakat terus berkembang,” ujarnya menekankan pentingnya keterbukaan pikiran.
Guna menjawab tantangan tersebut, Kang Marhaen membeberkan empat pilar utama dalam kepemimpinan masa kini.
“Ada empat konsep penting dalam kepemimpinan, yakni memahami pihak yang dilayani, memahami karakter organisasi, mampu menghadapi tantangan pelayanan, serta melakukan perubahan sesuai dengan perkembangan zaman,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa sosok pemimpin yang ideal tidak hanya pandai memberikan perintah, melainkan harus mampu menjadi teladan nyata lewat sikap melayani, keikhlasan, dan integritas.
Menurutnya, karakter integritas, kedewasaan emosi, dan keterbukaan terhadap kritik adalah modal utama seorang figur publik.
Tak hanya soal gaya kepemimpinan, regenerasi juga menjadi poin krusial yang ia ingatkan kepada para pengurus gereja.
“Kaderisasi generasi muda di lingkungan gereja merupakan bagian penting untuk memastikan pelayanan dan kegiatan sosial keagamaan dapat berlangsung secara berkelanjutan,” tutur Kang Marhaen.
Ia menutup arahannya dengan menegaskan komitmen Pemkab Nganjuk untuk terus membuka pintu kerja sama dengan seluruh elemen keagamaan demi terciptanya kondusivitas daerah.
“Pemerintah Kabupaten Nganjuk siap membuka ruang kolaborasi dengan komunitas gereja, khususnya dalam pembinaan generasi muda maupun pelaksanaan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.






