KabarBaik.co – Ratusan driver ojek online (ojol) berkumpul di halaman lapangan apel Polresta Sidoarjo, Jumat malam (29/8). Mereka menggelar doa bersama dan salat gaib untuk mendoakan rekan mereka, Affan Kurniawan, yang meninggal dunia setelah terlindas mobil rantis polisi pada Kamis (28/8).
Doa bersama digelar menjelang salat Isya. Para ojol tampak berdiri melingkar di halaman, khusyuk melantunkan doa yang dipimpin langsung oleh Kapolres Sidoarjo. Mereka memohon agar arwah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.
Usai doa bersama, para ojol melaksanakan salat Isya berjamaah, dilanjutkan dengan salat gaib untuk almarhum Affan. Suasana haru menyelimuti jalannya ibadah yang berlangsung penuh kekhidmatan.
Kapolresta Sidoarjo Kombes Cristian Tobing turut hadir dan larut bersama para ojol. Ia berdiri berbaur dengan para pengemudi ojol, ikut memanjatkan doa untuk almarhum di halaman Polresta.
Dalam kesempatan itu, Cristian Tobing menyampaikan rasa duka mendalam atas peristiwa tragis yang merenggut nyawa Affan. Menurutnya, insiden tersebut menjadi pelajaran berharga agar semua pihak lebih berhati-hati dalam setiap kegiatan pengamanan.
“Atas nama pribadi dan institusi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” ucapnya dengan nada haru.
Para ojol yang hadir mengapresiasi langkah Kapolresta yang turun langsung mendoakan almarhum. Kehadiran pimpinan kepolisian di tengah mereka dinilai sebagai bentuk penghormatan sekaligus penyejuk hati bagi komunitas ojol Sidoarjo.
Selain doa bersama, para ojol juga menyampaikan harapan agar insiden yang menimpa Affan segera diusut tuntas. Mereka berharap ada langkah tegas serta hukuman yang sesuai terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Rangkaian doa bersama di halaman Polresta dan salat gaib di Masjid Al Ikhlas Polresta Sidoarjo berakhir dengan penuh keharuan. Para ojol kemudian meninggalkan lokasi dengan tertib, sebelum melanjutkan doa bersama di alun-alun Sidoarjo bersama komunitas Gusdurian. (*)