KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) menuntaskan pekerjaan rehabilitasi Jalan Karangploso, Kabupaten Malang-Desa Giripurno, Kota Batu. Proyek di wilayah Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso ini, yang menjadi titi akhir pekerjaan kini telah selesai 100 persen.
Pengerjaan rehabilitasi tersebut berakhir di jalan sepanjang 840 meter dengan lebar 5,5 hingga 6,5 meter. Sebelumnya, kondisi jalan mengalami kerusakan sekitar 25 persen atau masuk kategori K1.
Rehab jalan ini merupakan upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan akses yang lebih baik, mobilitas warga menuju fasilitas publik semakin lancar.
Jalan Karangploso, Kabupaten Malang, menuju jalan Desa Giripurno, Kota Batu, menjadi jalur alternatif menuju wisata Kota Batu. Akses ke kantor desa, pasar, sekolah, hingga rest area kini lebih mudah dilalui setelah rehab rampung.
Selain memperlancar aktivitas warga, keberadaan jalan yang lebih representatif juga memberi dampak positif bagi wisata dan perekonomian lokal. Apalagi, Kecamatan Karangploso dikenal sebagai jalur pintas dari Kota Surabaya menuju Kota Batu yang ramai dilalui wisatawan.
Dengan rampungnya proyek ini, pemerintah berharap kenyamanan dan keamanan pengguna jalan meningkat, sekaligus memperkuat peran Kecamatan Karangploso sebagai simpul penghubung utama menuju kawasan wisata Kota Batu. Apalagi, pemerintah telah membangun exit tol Karanglo yang mempermudah wisatawan menuju Kota Batu via jalur Kecamatan Karangploso.

Camat Karangploso, Niwatha Lik Ulama, menyebut keberadaan exit tol mendorong tumbuhnya investasi di kawasan pinggiran, khususnya wilayah yang dikenal sebagai titik “segitiga emas” karena posisinya strategis di antara Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang.
“Sekarang setelah dibuat exit tol, investasi terjadi di daerah pinggiran, salah satunya Karangploso. Wilayah ini menjadi simpul penting antara Malang, Batu, dan Kabupaten Malang,” Niwatha ujar saat ditemui di kantor Kecamatan Karangploso, Kamis (4/9).
Selain membuka akses, pembangunan exit tol juga diikuti perbaikan jalan sepanjang sekitar enam kilometer. Jalur yang membentang dari pertigaan Pasar Karangploso hingga perbatasan Kota Batu di Desa Giripurno dikerjakan melalui program tiga tahun anggaran dan ditarget rampung pada 2025.
Menurut Niwatha, jalur ini termasuk akses vital yang kerap menjadi alternatif utama ke Kota Batu. Dengan adanya perbaikan infrastruktur, arus kendaraan di Kecamatan Singosari diprediksi akan berkurang kepadatannya. “Ini jalur viral, akses utama ke Batu. Dampaknya, Singosari akan lebih longgar dari kepadatan lalu lintas,” jelasnya.
Tak hanya itu, geliat ekonomi masyarakat Karangploso juga mulai terlihat. Kehadiran rest area dengan berbagai kuliner khas setempat disebut memberi dampak positif bagi pelaku UMKM. “Masyarakat tidak hanya terimbas bising knalpot, tapi juga mendapat manfaat ekonomi. Banyak kuliner yang tumbuh di rest area, dan ini berdampak pada UMKM,” tambahnya.
Niwatha menyampaikan terima kasih atas perhatian Bupati Malang melalui Dinas Bina Marga dalam merealisasikan pembangunan ini. Ia juga berharap masyarakat bersama pemerintah desa dapat menjaga kekompakan. “Kami sangat bersyukur. Harapan kami kepala desa dan masyarakat tetap guyub rukun, saling mendukung, serta menghindari permasalahan,” tandas Niwatha. (*)







