Rekam Jejak Wali Kota Nurochman dan Tekadnya Membangun Kota Batu Menuju “MBATU SAE”

oleh -402 Dilihat
WhatsApp Image 2025 07 25 at 13.42.37 1
Wali Kota Batu, Nurochman saat gelaran Night Market Tourism & Festival by Bank Jatim di Kota Batu. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Terpilihnya pasangan Nurochman-Heli Suyanto pada Pilkada 2024 lalu menjadi babak baru kepemimpinan di Kota Batu. Pasangan ini resmi dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu periode 2025-2030 setelah unggul dengan 65.684 suara, tanpa adanya sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dengan kemenangan tersebut, Nurochman-Heli bisa langsung melangkah mantap mengikuti pelantikan kepala daerah terpilih pada Februari 2025.

Bagi masyarakat Kota Batu, sosok Nurochman bukanlah nama baru. Pria kelahiran 7 Maret 1969 itu dikenal luas sebagai tokoh yang lama berkecimpung di dunia politik dan sosial kemasyarakatan. Sebelum menduduki kursi wali kota, ia telah dua kali menjabat sebagai wakil ketua DPRD Kota Batu periode 2014-2019 dan 2019-2024.


Dari Tukang Sapu hingga Wali Kota

Perjalanan hidup Nurochman atau yang akrab disapa Cak Nur bisa dibilang inspiratif. Ia mengawali karirnya sebagai tukang sapu di Hotel Victory, Kota Batu, pada 1995 silam. Ketekunannya membuatnya dipercaya sebagai ketua Serikat Pekerja Hotel Victory pada 2001-2004.

Selepas dari dunia perhotelan, ia sempat menjadi wirausahawan di bidang sayuran organik dan jamur tiram putih, serta pernah bekerja di Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kota Batu selama lima tahun. Pengalaman itu dianggapnya sebagai ’kuliah kehidupan’ tentang tata kelola pemerintahan daerah.

Tak berhenti di situ, pada 2006-2007, Cak Nur juga dipercaya menjadi Penjabat Kepala Desa Sumberejo, desa tempat ia menimba ilmu sejak kecil.

Aktif di Organisasi dan Dunia Politik

Cak Nur mulai aktif berorganisasi sejak muda. Ia tercatat pernah menjadi sekretaris BP KNPI Kota Batu (1991-1996) dan ketua PC IPNU Kota Batu (1993-1997). Di bidang politik, ia bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan sempat menjabat sekretaris DPAC PKB (2004-2009) sebelum akhirnya dipercaya menjadi ketua DPC PKB Kota Batu sejak 2010 hingga kini.

Di bawah kepemimpinannya, PKB berhasil meraih suara terbanyak di Kota Batu pada Pemilu 2024, menyalip dominasi PDI Perjuangan. Selain itu, Cak Nur juga aktif di berbagai lembaga sosial dan olahraga, antara lain sebagai Ketua Dewan Penasehat PC GP Ansor Kota Batu (2020-2024) dan Ketua Pengkot Pelti Kota Batu (2023-2028).

Pendidikan dan Kemandirian

Meski sibuk di dunia politik dan organisasi, Cak Nur tetap menomorsatukan pendidikan. Ia menyelesaikan S1 Hukum di Universitas Islam Malang (2014-2018) dan melanjutkan ke jenjang S2 Magister Hukum di kampus yang sama (2018-2021). Pendidikan dasar hingga menengahnya ia tempuh di Kota Batu dan Malang: SD Sumberejo (1976–1982), MTs Hasyim Asy’ari Batu (1982–1985), dan MAN 2 Malang (1985–1988).


Visi Besar: Mewujudkan “MBATU SAE”

Kini, di bawah kepemimpinan Nurochman-Heli Suyanto, Pemerintah Kota Batu tengah berupaya memperkuat pondasi pembangunan menuju visi “MBATU SAE” yaitu Masyarakat Sejahtera, Mandiri, dan Berdaya Saing.

“Pemerintah saat ini berkomitmen menjadikan setiap kebijakan pembangunan berorientasi pada hasil nyata yang bisa dirasakan langsung masyarakat,” tegas Nurochman di Balaikota Among Tani, Kota Batu, Kamis (17/10).

Salah satu program unggulan yang mulai digerakkan adalah penciptaan 1.000 sarjana dari warga Kota Batu, sebagai bentuk investasi jangka panjang di bidang pendidikan. “Pendidikan adalah investasi masa depan. Kami ingin anak-anak Batu punya kesempatan menempuh pendidikan tinggi agar bisa mandiri dan berdaya,” jelasnya.

Selain pendidikan, sektor lingkungan dan pariwisata hijau juga menjadi fokus. Pemkot Batu mendorong penguatan tata kelola wisata berkelanjutan, serta pengembangan pertanian ramah lingkungan yang menjaga keseimbangan ekosistem.

Di sisi lain, Cak Nur menekankan pentingnya pelestarian kearifan lokal dan budaya sebagai jati diri Kota Batu. “Inovasi boleh maju, tapi jangan meninggalkan akar budaya yang menjadi ruh masyarakat Batu,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan bukan semata dilihat dari proyek fisik, melainkan juga dari kemampuan masyarakat mempertahankan nilai-nilai sosial, gotong royong, dan kepekaan terhadap lingkungan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.