Rekor Investasi Jember 2025 Tembus Rp 2,57 Triliun, PAD Tertinggi di Jatim Tanpa Naikkan Pajak

oleh -144 Dilihat
Bupati Jember, Gus Fawait. (Ist)
Bupati Jember, Gus Fawait. (Ist)

KabarBaik.co, Jember – Kabupaten Jember mencatatkan rekor impresif dalam realisasi investasi sepanjang tahun 2025. Nilainya menembus angka Rp 2,57 triliun, melonjak tajam sebesar 70,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut capaian ini sebagai sejarah baru bagi ekonomi daerah. Menariknya, lonjakan investasi ini beriringan dengan pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan tanpa menambah beban pajak bagi masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi tertinggi Jember tercapai di tahun 2025. Ini kabar menggembirakan karena diiringi pertumbuhan pendapatan tertinggi se-Jawa Timur, yakni 36 persen, tanpa menaikkan pajak sedikit pun,” ujar pria yang akrab disapa Gus Fawait tersebut, Selasa (7/4).

Gus Fawait menegaskan bahwa investasi bukan sekadar angka, melainkan instrumen vital untuk memerangi kemiskinan. Dari total modal yang masuk, tercatat sebanyak 457 pelaku usaha berkontribusi, yang terdiri dari 410 Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan 47 Penanaman Modal Asing (PMA)

“Serapan tenaga kerja mencapai hampir 10 ribu orang. Semakin banyak investasi, lapangan pekerjaan terbentuk, pengangguran turun, dan otomatis angka kemiskinan ikut terkikis,” imbuhnya.

Meski sektor properti masih mendominasi, Pemkab Jember mulai menggenjot pemerataan ekonomi melalui strategi kolaborasi. Caranya adalah dengan mengawinkan pengusaha skala besar dengan pelaku UMKM lokal.

Selain itu, sektor agrowisata seperti Puncak Rembangan serta integrasi kawasan Pantai Watuulo dan Papuma terus dikembangkan sebagai magnet ekonomi baru di wilayah selatan.

Menatap masa depan, Gus Fawait menyiapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai motor penggerak ekonomi baru yang akan menyerap bahan baku dari petani dan penyedia lokal.

Guna menjaga iklim investasi tetap kondusif, Pemkab Jember berkomitmen mempermudah izin usaha melalui sistem JELITA (Jember Layanan Digital Perizinan Terpadu).

“Kita harus menjadi kabupaten yang ramah investasi. Selain mengandalkan APBD, investasi adalah penggerak utama agar masyarakat lebih sejahtera,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.