KabarBaik.co, Surabaya – Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Azhar Kahfi memanfaatkan agenda reses masa persidangan I tahun anggaran 2025 dengan mengunjungi warga di kawasan Dinoyo Sekolahan.
Dalam pertemuan tersebut, politisi muda dari Partai Gerindra ini secara khusus menyosialisasikan program baru Pemkot Surabaya, yakni program intervensi Gen Z yang akan mulai berjalan pada tahun anggaran 2026.
Program ambisius ini mengalokasikan dana sebesar Rp 35 juta per tahun untuk setiap RW di seluruh Surabaya. Dengan total sekitar 1.300 RW, Pemkot Surabaya menyiapkan anggaran fantastis mencapai Rp 47 miliar dalam satu tahun anggaran.
“Saya dalam reses kali ini memberikan sosialisasi terkait program baru di tahun anggaran 2026 tentang program intervensi Gen Z,” ujar Kahfi di hadapan warga Dinoyo Sekolahan.
Memastikan Informasi Sampai ke Akar Rumput
Sebagai wakil rakyat, Kahfi menegaskan pentingnya transparansi dan pemerataan informasi. Ia tidak ingin program yang memiliki anggaran besar ini justru luput dari pengetahuan para pemangku kepentingan di tingkat bawah, terutama pengurus RT, RW, dan anak muda itu sendiri.
“Karena ini program baru, saya ingin memastikan anak muda di kampung sudah mendengar info ini atau belum. Jangan sampai program yang baik ini tidak sampai terinformasikan dengan baik ke bawah,” tegas mantan aktivis tersebut.
Sasar Gen Z Rentan, Bukan Sekadar Karang Taruna
Kahfi memberikan catatan kritis terkait implementasi program ini. Ia meminta agar serapan anggaran tidak hanya berfokus pada kelompok Karang Taruna yang sudah aktif secara administratif. Fokus utama justru harus diarahkan pada Gen Z rentan, seperti anak putus sekolah dan pengangguran terbuka di perkampungan.
Menurutnya, kelompok inilah yang paling membutuhkan ruang pemberdayaan agar tidak terjerumus ke dalam kegiatan negatif.
“Libatkan mereka, gali potensi inovasi dan kreativitas mereka. Harus ada pelibatan dan kolaborasi dengan mereka,” imbuh Kahfi.
Harapan Keberlanjutan
Dengan total anggaran Rp 47 miliar per tahun, Kahfi berharap program ini mampu menciptakan ekosistem kegiatan produktif yang berkelanjutan di tingkat RW. Ia berkomitmen untuk terus mengawal agar dana tersebut benar-benar memberikan dampak nyata bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM) muda di Surabaya.
“Ini harus benar-benar memberi manfaat dan ada keberlanjutannya,” pungkasnya. (*)






