Resmikan Pendopo Pate Alos, Menteri Kebudayaan Dorong Eks Karesidenan Besuki Jadi Museum Nasional

oleh -108 Dilihat
jember2
Peresmian Pendopo Pate Alos. (Ist)

KabarBaik.co – Di tengah suasana prihatin pascabanjir yang melanda enam kecamatan di Situbondo, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, bersama Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Mas Rio) meresmikan Pendopo Pate Alos di kawasan Kota Tua Besuki, Minggu (25/1).

Peresmian ini menandai dimulainya revitalisasi besar-besaran Besuki sebagai kawasan cagar budaya nasional.

Acara berlangsung khidmat dan sederhana. Mengingat sebagian warga Besuki Raya masih berjuang menghadapi dampak banjir, rangkaian seremonial digantikan dengan doa bersama dan sarasehan budaya.

“Ini bukan sekadar perayaan, melainkan ikhtiar untuk bangkit dan menata masa depan Besuki dengan menghormati nilai sejarah,” ujar Bupati Mas Rio.

Visi Museum Nasional Dalam kunjungannya, Fadli Zon meninjau Gedung Eks Karesidenan Besuki yang dibangun sejak 1805. Terpukau dengan keaslian bangunan berusia 221 tahun tersebut, Fadli mendorong agar gedung ini ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional dan dialihfungsikan menjadi museum.

“Bangunan ini memiliki aura heritage yang sangat kuat. Sangat layak menjadi museum yang menceritakan narasi utuh sejarah Karesidenan Besuki yang dulu menaungi lima kabupaten,” tegas Fadli Zon.

Simbol Kepemimpinan Lokal Puncak acara ditandai dengan penandatanganan prasasti Pendopo Pate Alos. Nama Pate Alos diambil dari Raden Bagus Kasim Wirodipuro, Patih pertama Besuki abad ke-18 yang dikenal arif.

Revitalisasi ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru berbasis wisata sejarah (Kota Tua) bagi masyarakat Situbondo. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.