KabarBaik.co – Arus dukungan agar Kabupaten Situbondo kembali menjadi tuan rumah Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) terus menguat.
Jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menilai Situbondo memiliki legitimasi historis dan kesiapan kultural yang sangat kuat untuk menggelar agenda tertinggi organisasi tersebut.
Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, Prof. Dr. Suparto Wijoyo, mengungkapkan bahwa aspirasi ini telah dikomunikasikan secara internal kepada Ketua PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin). Menurutnya, Situbondo adalah episentrum penting dalam perjalanan jam’iyah.
Prof. Suparto mengenang Muktamar NU ke-27 tahun 1984 di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo sebagai tonggak sejarah.
Saat itu, duet KH Ahmad Shiddiq dan Gus Dur terpilih memimpin NU, sekaligus menjadi momen kembalinya NU ke Khittah 1926 serta penerimaan Pancasila sebagai asas tunggal.
“Situbondo adalah ruang yang menenangkan sekaligus tempat lahirnya keputusan besar yang berdampak nasional. Secara modal sosial dan spiritual, Situbondo sangat relevan untuk menyambut Muktamar ke-35 pada 2026 mendatang,” ujar Prof. Suparto saat berkunjung ke Situbondo, Selasa (13/1).
Sebagai langkah awal, PWNU Jatim akan terus menjalin silaturahmi dengan para kiai dan pengasuh pesantren besar guna membangun kesepahaman terkait rencana besar ini. (*)






