Seorang Adik di Jombang Meninggal Diduga Dianiaya Kakak hanya karena Bumbu Pecel

oleh -399 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 14 at 11.49.41 AM
Korban saat dievakuasi oleh warga ke mobil Ambulans untuk dibawa pulang oleh keluarganya (istimewa)

KabarBaik.co, Jombang – Seorang perempuan bernama Khoriah dilaporkan meninggal di sebuah kamar mandi rumah kos di wilayah Desa/Kecamatan Jogoroto, Jombang. Sebelum meninggal, tetangga kos menyebut korban sempat dipukuli oleh kakak perempuannya.

Kematian Khoiriah memang menyisakan tanda tanya. Seorang tetangga kos mengaku sempat melihat korban dipukuli oleh kakak perempuannya beberapa jam sebelum korban ditemukan meninggal.

Tetangga korban berinisial N menuturkan,peristiwa itu terjadi pada Jumat (12/6) pagi. Menurut N, korban sempat meminta kakaknya untuk tidak berangkat bekerja dan tetap berada di rumah kos.

Namun, kakak korban tetap berangkat bekerja. Beberapa jam kemudian, kakaknya kembali ke kos. Saat itulah diduga terjadi pertengkaran yang dipicu persoalan sepele, yakni bumbu pecel yang telah dihabiskan korban.

“Katanya karena bumbu pecel dimakan habis oleh adiknya, lalu disuruh mencari. Kemudian adiknya dipukuli,” ujar N, Sabtu (13/6).

Menurut N, korban saat itu masih dalam kondisi sadar dan sempat berteriak meminta ampun ketika dipukuli.

Setelah beberapa kali menegur, N memilih beristirahat. Sebelum tidur, ia sempat meminta istrinya melapor kepada Ketua RT setempat.

Namun, upaya tersebut belum mendapat tindak lanjut karena penghuni kos disebut belum melapor dan menyerahkan dokumen administrasi kependudukan kepada RT.

Sekitar pukul 11.45 WIB, N mengaku dibangunkan dan diminta membantu mengangkat korban dari kamar mandi.

“Saat itu kondisinya sudah meninggal dunia,” ujarnya.

N mengatakan, kakak korban menyebut adiknya meninggal akibat terpeleset di kamar mandi. Namun, ia mengaku melihat sejumlah tanda yang menurutnya tidak wajar pada tubuh korban.

“Ada seperti memar kebiruan di bagian mata dan pergelangan tangan,” katanya.

Korban dan kakaknya diketahui baru dua minggu menghuni kos tersebut. Korban juga disebut memiliki kondisi autis.

Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans relawan setelah ambulans puskesmas dan ambulans desa disebut tidak dapat digunakan untuk mengangkut jenazah.

Selanjutnya, jenazah dibawa pulang ke rumah keluarganya di Dusun Pajaran, Peterongan, Jombang untuk dimakamkan.

Sementara itu, Kapolsek Jogoroto AKP Mohamad Djulan membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Anggota Reskrim Polsek sudah mendatangi lokasi kejadian,” kata Djulan saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Jombang untuk penanganan lebih lanjut.

“Memang ada beberapa hal yang masih didalami. Untuk sementara belum bisa kami jelaskan lebih detail. Nanti penanganannya akan dilaporkan ke Polres,” ujar dia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.