Kesaksian Ketua RT saat Adik Meninggal Diduga Dianiaya Kakak: Dipukul dan Dibenturkan Tembok

oleh -273 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 14 at 3.04.52 PM
Rumah kos tempat meninggalnya korban (istimewa)

KabarBaik.co, Jombang – Fakta baru terus bermunculan dalam kasus kematian Khoiriah alias Puji, perempuan yang meninggal di kamar mandi sebuah rumah kos di Kecamatan Jogoroto, Jombang.

Selain proses ekshumasi yang dilakukan kepolisian untuk kepentingan autopsi, keterangan Ketua RT setempat mengungkap dugaan kekerasan yang dialami korban sebelum meninggal dunia.

Ketua RT 03 RW 07 Desa Jogoroto, berinisial K, mengatakan sejumlah warga melihat langsung dugaan penganiayaan yang terjadi karena kondisi pintu kamar kos yang terbuat dari kaca.

Menurut K, korban diduga mengalami luka di beberapa bagian tubuh, mulai dari pelipis, telinga, leher, punggung hingga kaki.

“Ada luka di pelipis, telinga sampai keluar darah, punggung, leher bagian depan seperti bekas cekikan, pergelangan tangan, sama kaki,” kata K kepada wartawan.

Ia menyebut luka-luka tersebut diduga akibat tindak kekerasan menggunakan beberapa benda di dalam kamar kos. Korban disebut dipukul menggunakan gagang sapu dan alat penumbuk bumbu dapur atau ulek-ulek.

“Semua dipukuli soalnya. Pakai gagang sapu, pakai ulek-ulek. Lebam-lebam semua,” ujarnya.

Tak hanya itu, korban juga diduga mengalami kekerasan dengan cara dibenturkan ke tembok. Informasi tersebut diperoleh dari warga yang mengaku melihat kejadian tersebut.

“Sama dibenturkan ke tembok. Cukup banyak lukanya,” imbuhnya.

K menjelaskan beberapa tetangga sebenarnya mengetahui adanya keributan dari dalam kamar kos. Namun dirinya tidak mendengar langsung kejadian tersebut.

“Kalau saya tidak dengar langsung. Yang melihat itu tetangga sebelah. Soalnya pintunya kaca, jadi kelihatan,” tuturnya.

Korban diketahui tinggal bersama kakak kandungnya. Selama tinggal di lingkungan tersebut, K mengaku tidak pernah mendengar adanya pertengkaran besar antara keduanya.

Meski demikian, korban yang merupakan penyandang disabilitas disebut kerap mendapat teguran karena dinilai sulit dikendalikan.

“Kalau pertengkaran sebelumnya tidak pernah terdengar. Tapi memang merawat orang autis kan tidak mudah, kadang sering dimarahi,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, dugaan penganiayaan itu dipicu persoalan sepele. Korban disebut menghabiskan bumbu pecel milik kakaknya sehingga memicu kemarahan.

“Katanya karena menghabiskan bumbu pecel. Kakaknya marah lalu memukul korban. Bahkan sempat ditinggal kerja, kemudian pulang lagi dan memukul korban lagi,” ungkapnya.

K bahkan menyebut korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan keluar melalui jendela kamar kos. Namun upaya tersebut gagal karena korban kembali ditarik masuk ke dalam kamar.

“Sempat mau kabur lewat jendela, tapi ditarik lagi masuk. Terus dipukuli lagi,” ujarnya.

Beberapa jam setelah kejadian, sekitar pukul 11.00 hingga 11.30 WIB, sejumlah tetangga diminta membantu mengangkat tubuh korban yang berada di kamar mandi.

Saat itu, keluarga menyampaikan bahwa korban hanya dalam kondisi pingsan. Namun warga mulai merasa curiga setelah melihat adanya sejumlah luka di tubuh korban.

“Tetangga diminta membantu mengangkat korban dari kamar mandi. Katanya cuma semaput atau pingsan, tapi kondisinya sudah tidak bernyawa,” kata K.

Menurutnya, keluarga kemudian membawa jenazah korban pulang untuk dimakamkan tanpa lebih dahulu melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak berwenang.

“Saya sempat menyarankan supaya dibawa ke rumah sakit. Tapi keluarga bilang cukup diselesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya.

Saat ini kasus kematian Khoiriah telah ditangani Polres Jombang. Polisi juga telah melakukan pembongkaran makam korban di Dusun Pajaran, Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan, guna kepentingan autopsi dan penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, kakak kandung korban dikabarkan telah diamankan untuk dimintai keterangan. Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.