Kasus Adik di Jombang Meninggal Diduga Dianiaya Kakak, Polisi Bongkar Makam Korban

oleh -260 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 14 at 12.17.00 PM
Polisi melakukan ekshumasi makam Khoiriah di Desa Peterongan, Jombang (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co, Jombang – Polisi melakukan pembongkaran makam (ekshumasi) terhadap jenazah Khoiriah, perempuan asal Dusun Pajaran, Desa/ Kecamatan Peterongan, Jombang, Minggu (14/6).

Langkah tersebut dilakukan untuk mendalami penyebab kematian Khoiriah yang ditemukan meninggal dunia di kamar mandi sebuah rumah kos di Desa Jogoroto, Jogoroto, pada Jumat (12/6).

Kapolsek Peterongan AKP Solihin Budi Santoso mengatakan pembongkaran makam dilakukan atas permintaan penyidik guna melengkapi proses penyelidikan dugaan tindak penganiayaan yang diduga berkaitan dengan kematian korban.

“Hari ini dilakukan pembongkaran makam atas nama Khoiriah. Kegiatan ini untuk melengkapi proses penyidikan dugaan penganiayaan dengan lokasi kejadian di wilayah Jogoroto,” kata Solihin di lokasi pemakaman, Minggu (14/6).

Menurut Solihin, sebelumnya korban dikabarkan meninggal akibat terjatuh di kamar mandi kos. Namun, keluarga korban tidak memperoleh penjelasan yang memadai terkait penyebab kematian tersebut sebelum jenazah dimakamkan.

“Korban sempat disebut jatuh di kamar mandi. Karena masih ada beberapa hal yang perlu didalami, maka dilakukan ekshumasi untuk kepentingan penyidikan,” ujarnya.

Sebelumnya, kematian Khoiriah menyisakan sejumlah pertanyaan setelah muncul kesaksian dari tetangga kos korban.

Seorang warga berinisial N mengaku sempat menyaksikan korban dipukuli oleh kakak perempuannya beberapa jam sebelum ditemukan meninggal dunia.

Menurut N, peristiwa itu terjadi pada Jumat pagi. Saat itu korban disebut meminta kakaknya tidak berangkat bekerja dan tetap berada di kos.

Namun, kakaknya tetap berangkat kerja. Beberapa waktu kemudian, kakak korban kembali ke kos dan diduga terjadi pertengkaran yang dipicu persoalan sepele.

“Katanya karena bumbu pecel dimakan habis oleh adiknya. Lalu disuruh mencari, kemudian adiknya dipukuli,” kata N, Sabtu (13/6/2026).

N mengaku beberapa kali berusaha menegur kakak korban agar menghentikan tindakan tersebut.

“Saya bilang jangan seperti itu, wong cuma masalah bumbu pecel. Saya juga mengingatkan kalau diteruskan bisa membuat adiknya sakit bahkan meninggal,” ujarnya.

Saat itu, kata N, korban masih dalam keadaan sadar dan sempat berteriak meminta ampun.

Karena merasa tegurannya tidak dihiraukan, N kemudian beristirahat. Sebelum tidur, ia sempat meminta istrinya melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT setempat.

Namun laporan itu belum ditindaklanjuti karena penghuni kos disebut belum melengkapi administrasi kependudukan kepada pengurus lingkungan.

Sekitar pukul 11.45 WIB, N mengaku dibangunkan dan diminta membantu mengangkat tubuh korban dari kamar mandi.

“Saat itu kondisinya sudah meninggal dunia,” katanya.

N menuturkan, kakak korban menyampaikan bahwa adiknya meninggal karena terpeleset di kamar mandi.

Meski demikian, ia mengaku melihat sejumlah tanda yang dianggap tidak wajar pada tubuh korban.

“Saya melihat ada seperti memar kebiruan di bagian mata dan pergelangan tangan,” ujarnya.

Setelah ditemukan meninggal dunia, jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans relawan. Selanjutnya, jenazah dibawa ke rumah duka di Dusun Pajaran, Kecamatan Peterongan, untuk dimakamkan.

Sementara itu, Kapolsek Jogoroto AKP Mohamad Djulan membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Menurut dia, anggota Polsek Jogoroto telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi.

“Anggota Reskrim Polsek sudah mendatangi lokasi kejadian,” kata Djulan.

Ia menambahkan, kasus tersebut kini ditangani lebih lanjut bersama Satreskrim Polres Jombang.

“Memang ada beberapa hal yang masih didalami. Untuk sementara belum bisa kami jelaskan lebih detail. Penanganannya akan kami laporkan ke Polres Jombang,” ujar dia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.