KabarBaik.co, Blitar – Berawal dari tiga ekor kambing yang dibeli untuk membantu pengobatan sang ayah pada 2015 silam, usaha peternakan yang dirintis Faidul Mansur di Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, kini berkembang menjadi ratusan ekor kambing perah jenis Saanen.
Pria 57 tahun itu mengaku awalnya tidak memiliki rencana membangun usaha susu kambing. Namun setelah melihat kondisi ayahnya membaik usai rutin mengonsumsi susu kambing, dia memutuskan menekuni usaha peternakan secara serius.
Seiring berjalannya waktu, Mansur beralih dari kambing etawa ke kambing Saanen yang dikenal memiliki produksi susu lebih tinggi. Saat ini jumlah ternaknya mencapai sekitar 300 ekor. “Awalnya hanya tiga ekor. Sekarang sudah berkembang menjadi sekitar 300 ekor kambing Saanen,” ujarnya, Sabtu (13/6).
Mansur mengatakan, tidak seluruh kambing diperah dalam waktu bersamaan. Sebagian ternak disiapkan untuk masa produksi berikutnya sehingga pasokan susu dapat terjaga sepanjang tahun.
Dari ratusan kambing tersebut, peternakannya mampu menghasilkan sekitar 50 liter susu per hari. Susu hasil perahan kemudian diproses melalui pasteurisasi sebelum dipasarkan.
Selain mengembangkan peternakan, Mansur juga mulai membangun konsep integrated farming di lahan seluas sekitar 7.200 meter persegi. Kotoran ternak diolah menjadi pupuk organik yang dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian.
Menurutnya, konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan siklus usaha yang saling mendukung antara peternakan dan pertanian. (*)






