KabarBaik.co, Probolinggo – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pembangunan yang inklusif melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, PLN UIT JBM menggandeng Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Probolinggo menggelar program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas melalui pelatihan bahasa isyarat terpadu dan kerajinan batik eco print.
Program yang berlangsung selama tiga hari, di Kota Probolinggo itu diikuti 100 peserta. Mereka berasal dari kalangan penyandang disabilitas, masyarakat umum, mahasiswa, hingga pelajar.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja menyerahkan bantuan kepada Ketua HWDI Kota Probolinggo Misni Setiani. Penyerahan bantuan turut disaksikan Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kota Probolinggo, Kepala Dinas Sosial Kota Probolinggo, serta Manager UPT Probolinggo.
Pelatihan bahasa isyarat digelar untuk meningkatkan kemampuan komunikasi antara masyarakat dengan penyandang disabilitas sehingga tercipta lingkungan yang lebih terbuka, ramah, dan inklusif. Sementara itu, pelatihan batik eco print memberikan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan.
General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya kelompok rentan, agar memiliki kesempatan berkembang secara mandiri.
“PLN meyakini bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi bagi masyarakat. Melalui pelatihan bahasa isyarat dan batik eco print ini, kami ingin mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif sekaligus memberikan bekal keterampilan yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi para peserta. Kami berharap kolaborasi bersama HWDI Kota Probolinggo ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan manfaat sosial yang berkelanjutan dan membuka lebih banyak ruang kesetaraan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Ika, Kamis (9/7).
Ketua HWDI Kota Probolinggo Misni Setiani mengapresiasi dukungan PLN UIT JBM yang menghadirkan program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas peserta, tetapi juga mengajak masyarakat luas untuk membangun budaya yang lebih inklusif.
Melalui kolaborasi ini, PLN UIT JBM berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya kesetaraan dan inklusi sosial. Selain meningkatkan kemampuan berkomunikasi melalui bahasa isyarat, keterampilan membatik eco print juga diharapkan menjadi bekal ekonomi produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan peserta secara berkelanjutan.
Program ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama pada aspek pendidikan berkualitas, pekerjaan layak, pengurangan kesenjangan, dan kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan. (*)






