PetroNite Fest 2026 Sukses Jadi Etalase Produk Unggulan Desa

oleh -54 Dilihat
Salah satu stan Warung TJSL PG di PetroNite Fest 2026.
Salah satu stan Warung TJSL PG di PetroNite Fest 2026. (Foto: Ist/Komkor PG)

KabarBaik.co, Gresik – PetroNite Fest 2026 tak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka ruang promosi bagi produk unggulan desa dan kelurahan di sekitar Petrokimia Gresik. Kegiatan yang berlangsung 27 Juni hingga 5 Juli 2026 tersebut sukses menjadi etalase bagi produk lokal.

Beragam produk olahan berbasis potensi lokal, mulai dari minuman markisa, kerupuk bayam Brazil, minuman jahe merah, hingga kuliner khas Gresik, menjadi daya tarik tersendiri bagi ribuan pengunjung yang memadati Sarana Olahraga (SOR) Tri Dharma.

Sebanyak delapan desa dan kelurahan binaan Petrokimia Gresik ikut memamerkan produk unggulan hasil budidaya dan olahan masyarakat. Keikutsertaan mereka menjadi kesempatan memperluas pasar sekaligus mengenalkan potensi lokal kepada masyarakat.

Salah satu stan yang ramai dikunjungi berasal dari Kelurahan Sukorame. Di stan tersebut, pengunjung dapat mencicipi minuman markisa segar dan kerupuk bayam Brazil yang seluruh bahan bakunya berasal dari hasil budidaya warga setempat.

Retno Istanti, 62, anggota tim stan Kelurahan Sukorame, mengatakan kedua produk tersebut lahir dari potensi yang selama ini dikembangkan masyarakat.

“Di Sukorame ada Kampung Markisa. Tanaman ini dibudidayakan oleh warga kami sendiri. Saat ini ada sekitar 10 anjang-anjang markisa yang tumbuh produktif. Selain itu, hampir setiap rumah juga menanam bayam Brazil di dalam pot. Markisa dan bayam inilah yang kemudian kami olah menjadi produk unggulan kelurahan,” ujar perempuan yang akrab disapa Tanti.

Menurut Tanti, budidaya markisa dikelola secara gotong royong oleh warga. Di RW 1 terdapat 12 kader ibu-ibu dan 10 bapak-bapak yang aktif merawat sekitar 100 tanaman markisa, baik varietas kuning maupun ungu.

Sementara itu, bayam Brazil yang ditanam di ratusan pot milik warga tidak hanya dimanfaatkan sebagai sayuran, tetapi juga diolah menjadi kerupuk sehingga memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Tanti mengaku keikutsertaan dalam PetroNite Fest memberikan dampak positif terhadap perkembangan usaha masyarakat. Produk yang sebelumnya hanya dipasarkan melalui media sosial dan penjualan langsung dari rumah kini semakin dikenal oleh masyarakat.

“Kalau dulu kami hanya promosi lewat story WhatsApp dan menjualnya dari rumah, sekarang karena sering mengikuti pameran seperti ini, produk kami semakin dikenal. Pesanan pun terus meningkat. Saat Lebaran misalnya, penjualan minuman markisa bisa mencapai sekitar 100 boks, masing-masing berisi 16 gelas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perkembangan tersebut tidak lepas dari pendampingan Petrokimia Gresik melalui Program Lontar (Kelompok Jajanan Masyarakat Sekitar), mulai dari proses produksi hingga pemasaran produk.

“Pendampingannya sangat menyeluruh, termasuk strategi pemasaran. Salah satunya dengan memberi kesempatan mengikuti PetroNite Fest yang setiap hari dikunjungi ribuan orang,” tambah Tanti.

Keberhasilan serupa juga dirasakan warga Kelurahan Karangturi. Melalui program pembinaan Petrokimia Gresik, masyarakat mengembangkan jahe merah menjadi minuman instan berbentuk bubuk yang kini dipasarkan dalam kemasan sachet maupun botol.

Yuanita Fitri Agustin, 45, tim stan Karangturi, mengatakan pengembangan produk tersebut berawal dari bantuan bibit dan pendampingan yang diberikan perusahaan.

“Kami mendapatkan bibit jahe merah dari Petrokimia Gresik, kemudian dibimbing mulai dari cara budidaya hingga mengolahnya menjadi minuman bubuk. Sekarang produk ini menjadi salah satu unggulan kami,” ujarnya.

Selain minuman jahe merah, stan Karangturi juga menawarkan lontong Ubus, salah satu kuliner khas Gresik yang menjadi favorit pengunjung. Selama penyelenggaraan PetroNite Fest, sekitar 40 kotak lontong Ubus dengan harga Rp 12.000 per kotak habis terjual setiap hari.

“Alhamdulillah kami selalu mendapat kesempatan mengikuti PetroNite Fest. Kegiatan seperti ini sangat membantu meningkatkan pendapatan UMKM di Karangturi,” tuturnya.

Tahun ini PetroNite Fest digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-54 Petrokimia Gresik dengan melibatkan 670 tenant yang terdiri atas 558 pedagang kaki lima (PKL), 73 stan outdoor VIP, dan 39 stan indoor VIP.

Selain itu, terdapat 12 tenant mitra binaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), delapan di antaranya berasal dari desa dan kelurahan di sekitar perusahaan, yakni Karangpoh, Karangturi, Roomo, Sukorame, Kroman, Lumpur, Ngipik, dan Tlogopojok.

Melalui ajang tersebut, produk-produk unggulan desa yang sebelumnya dipasarkan secara terbatas memperoleh kesempatan menjangkau pasar yang lebih luas. Bagi para pelaku UMKM, kehadiran ribuan pengunjung setiap hari menjadi peluang untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan penjualan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.