KabarBaik.co, Gresik – Satlantas Polres Gresik menggandeng para guru untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada anak-anak sejak usia dini. Upaya tersebut dilakukan melalui program Polantas Menyapa yang kali ini menyasar puluhan guru dan tenaga kependidikan di SD Muhammadiyah 1 Gresik, Selasa (7/7).
Melalui kegiatan tersebut, kepolisian menilai pendidikan keselamatan berlalu lintas tidak cukup hanya diberikan kepada pengendara yang telah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), tetapi perlu dibangun sejak dini melalui lingkungan sekolah.
Sosialisasi yang digelar di aula sekolah dipandu Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Gresik. Para peserta mendapatkan materi mengenai safety riding dan defensive driving, mulai dari pentingnya menggunakan helm berstandar, mematuhi rambu lalu lintas, hingga mengenali potensi bahaya (hazard awareness) saat berkendara.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi A mengatakan, keselamatan berlalu lintas merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
“Keselamatan di jalan bukan hanya soal menghindari tilang. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga diri sendiri dan menghormati hak hidup orang lain dengan berkendara secara aman dan bertanggung jawab,” ujar Ipda Andreas.
Selama kegiatan berlangsung, para guru juga aktif berdiskusi dengan petugas. Mereka menyampaikan berbagai pengalaman dan persoalan yang kerap ditemui di jalan raya, sekaligus berdialog mengenai cara menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada para siswa.
Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin mengatakan, pendekatan edukatif menjadi salah satu langkah penting untuk membangun kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas secara berkelanjutan.
Menurut dia, guru memiliki posisi strategis karena menjadi teladan bagi anak-anak, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Membangun budaya keselamatan tidak bisa dilakukan hanya melalui penegakan hukum. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, terutama para guru yang setiap hari berinteraksi dengan anak-anak. Mereka adalah agen perubahan yang mampu menanamkan karakter disiplin dan tertib sejak dini,” ungkap AKP Nur Arifin.
Ia berharap para guru dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan memberikan contoh sederhana, seperti menggunakan helm dengan benar, mematuhi rambu, serta disiplin saat berkendara. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat ditiru siswa dan terbawa hingga ke lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Melalui program Polantas Menyapa, Satlantas Polres Gresik terus memperluas edukasi keselamatan berlalu lintas kepada berbagai elemen masyarakat sebagai upaya menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Gresik.






