KabarBaik.co, Jember – Kesadaran warga Kabupaten Jember dalam membantu sesama melalui donor darah terus menunjukkan tren yang luar biasa. Sepanjang paruh pertama tahun 2026 (Januari–Juni), Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember sukses menghimpun sebanyak 22.390 kantong darah. Pihak PMI menilai capaian ini sebagai bukti nyata kokohnya modal sosial dan solidaritas masyarakat setempat.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengungkapkan rasa bangganya atas konsistensi para relawan. Menurutnya, angka yang cukup besar ini mencerminkan tingginya kepedulian warga dalam menjaga ketersediaan stok darah untuk kebutuhan medis di berbagai rumah sakit.
“Angka 22.390 kantong darah selama enam bulan ini merupakan indikator kuat bahwa jiwa kemanusiaan warga Jember sangat solid. Ini adalah energi sosial yang luar biasa untuk menyelamatkan nyawa sesama,” ungkap Zainollah, Rabu (8/7).
Merujuk pada data resmi UDD PMI Kabupaten Jember, aktivitas donor darah selama semester I 2026 bergerak fluktuatif dengan rata-rata 3.732 kantong darah per bulan.
Kepala UDD PMI Kabupaten Jember, dr. Agus Burhansyah, menjelaskan bahwa pasokan darah yang melimpah ini sangat krusial. Stok tersebut menjadi penyambung nyawa bagi banyak pasien, mulai dari korban kecelakaan, pasien operasi besar, ibu melahirkan, hingga penderita kelainan darah yang membutuhkan transfusi berkala.
“Dukungan para pendonor adalah pilar utama kami. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh elemen masyarakat—mulai dari komunitas, instansi pemerintah, pesantren, sekolah, swasta, hingga Kampung Donor Darah—yang rutin menggelar aksi donor,” tutur Agus.
Mengingat tingginya permintaan medis di Jember, Agus mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi gerakan ini. Ia memandang para pendonor bukan sekadar penyumbang, melainkan pahlawan kemanusiaan yang nyata.
Ke depan, PMI Kabupaten Jember optimis tren positif ini akan terus bertahan atau bahkan meningkat di semester kedua. Selain untuk mengamankan stok medis, gerakan donor darah diharapkan bisa terus merawat budaya gotong royong di tengah masyarakat. (*)






