KabarBaik.co, Pasuruan – Korban jiwa kecelakaan yang terjadi di jalan nasional Pandaan-Gempol, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan yang diduga akibat truk kontainer alami permasalahan dalam sistem pengereman, Selasa (7/7) pagi bertambah setelah salah satu korban sempat dirawat di RS Sahabat di Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.
Korban tambahan yang meninggal yaitu Ismiyati, 38, warga Cansiwates, Kecamatan Prigen yang mengalami luka-luka patah pada kaki kanan dan luka robek pada tangan kanan.
Sebelumnya korban berboncengan dengan Robin Adi Saputra dengan mengendarai Honda Scoopy Nopol N 6961 TDU, yang juga mengalami luka patah kaki kanan dan di rawat RS Abtyakta Gempol.
Korban meninggal di lokasi kejadian sebanyak 3 orang yaitu Mukhammad Khoiron, 44, warga Sukelelo, Kecamatan Prigen, Mochammad Ashif dan Mochamad Ashofi, 25, warga Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Ipda Budi Wira menyampaikan, korban meninggal bertambah setelah salah satu korban sempat mendapatkan perawatan medis akibat luka-luka yang terjadi dalam laka lantas truk kontainer.
“Tadi sore ada tambahan korban meninggal yaitu Ismiyati, sempat dirawat di RS Sahabat akibat luka-lukanya,” kata Budi Wira, Rabu (8/7).
Ipda Budi menambahkan, untuk korban luka-luka saat ini tinggal 4 orang, Mukhammad Mulyadi, 40, warga Sukelelo, Kecamatan Prigen mengalami luka ringan, Rudiyanto, 31, warga Bulukandang, Kecamatan Prigen, mengalami luka ringan dan dirawat RS Sahabat, Erna Puji, 29, warga Pucangsari, Kecamatan Purwosari mengalami luka ringan, Robin Adi Saputra, 39, warga Cansiwates, Kecamatan Prigen mengalami luka patah kaki kanan dan dirawat RS Abtyakta Gempol.
“Yang luka-luka masih dirawat RS yang ada yaitu RS Sahabat Sukorejo dan Abtyakta Gempol,” ujarnya.
Kasus laka lantas truk kontainer nopol L 9381 CK yang dikemudikan Agung warga Simokerto, Kota Surabaya yang alami permasalahan pengereman yang menyebabkan 4 korban meninggal, Unit Satlantas Polres Pasuruan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pasti penyebabnya.
“Selain memeriksa sopir juga nantinya akan memeriksa kendaraan truk kontainer dengan bekerjasama dengan pihak terkait untuk memastikan penyebabnya,” pungkas Ipda Budi.






